JABAR EKSPRES – Bencana longsor yang dipicu hujan deras melanda permukiman warga di Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (23/5/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 15 rumah terdampak, empat di antaranya mengalami kerusakan berat, sementara satu keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya tak lagi layak ditempati.
Longsor terjadi di wilayah RT 01 RW 15 setelah tembok penahan tanah (TPT) setinggi sekitar lima meter ambruk. Material longsoran berupa batu cadas dan tanah menghantam rumah-rumah warga yang berada tepat di bawahnya.
Salah seorang korban terdampak, Kelli Wijana (67), mengatakan rumah miliknya menjadi salah satu yang mengalami kerusakan paling parah.
Baca Juga:Angkot Adu Banteng dengan Truk Tangki Air di Cibungbulang Bogor, 3 Orang LukaHujan Disertai Angin Kencang Rusak 90 Rumah di Rumpin Bogor
“Ini rumah saya yang rusaknya paling parah. Sekarang sedang dibereskan. Ada empat rumah yang langsung tertimpa, termasuk rumah tetangga saya,” ujar Kelli saat ditemui di lokasi, Selasa (26/5/2026).
Menurut Kelli, hampir seluruh bagian rumahnya mengalami kerusakan. Dinding rumah jebol akibat hantaman material longsor, sementara lumpur dan batu memenuhi bagian dalam rumah hingga merusak hampir seluruh barang miliknya.
“Dinding jebol, rumah sudah 100 persen tidak bisa dihuni. Batu-batu bekas benteng masuk ke dalam rumah. Baju tidak ada yang selamat, barang elektronik juga tidak ada yang bisa diselamatkan. Ini baju anak saya yang sekarang dipakai,” ungkapnya.
Saat ini, Kelli bersama istri dan dua anaknya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kontrakan di kampung yang sama. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk perbaikan rumah serta kebutuhan dasar keluarganya.
“Harapannya ada bantuan perbaikan rumah. Kalau bantuan lain belum ada, tadi dari Dinsos kasih selimut,” katanya.
Kelli mengaku tidak mengetahui secara langsung kronologi kejadian karena saat peristiwa berlangsung dirinya sedang berada di luar rumah. Informasi ia peroleh dari sang istri yang saat itu berada di lokasi bersama anak mereka.
Berdasarkan cerita istrinya, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Sekitar pukul 15.30 WIB, saluran air diduga tersumbat sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.
Baca Juga:Hujan Deras Picu Luapan Kali Cijayanti, 138 Rumah di Babakan Madang TerendamPertamina Gandeng ERIA Perkuat Riset Transisi Energi Berkelanjutan
Tak lama setelah banjir merendam rumah-rumah warga, TPT yang berada tepat di atas rumah Kelli tiba-tiba longsor dan menghantam bangunan di bawahnya.
