JABAR EKSPRES – Pertamina resmi menjalin kemitraan strategis dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dalam pengembangan jalur transisi energi berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bertajuk *Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways* yang menjadi bagian dari rangkaian acara IPA Convex 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, bersama Chief Operating Officer ERIA, Dr. Takayuki Yamanaka.
Baca Juga:16 Pelajar Lolos Program SADESSA Jalur Prestasi, Pemkab Tasikmalaya Tunggu Hasil SNBTTasyakuran Persib Juara, Ratusan Warga di Tasikmalaya Bersihkan Lapangan Terbengkalai
Emma mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.
“Kemandirian energi dan transisi energi merupakan dua strategi yang dijalankan Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini saling memperkuat dan menjadi implementasi nyata dari *Dual Growth Strategy* Pertamina,” ujar Emma.
Ia menjelaskan, Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis energi berbasis fosil yang sudah ada, sekaligus mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan.
Nota kesepahaman tersebut mencakup dua fokus utama kerja sama, yaitu analisis kebijakan dan ekonomi sektor energi, serta pengembangan kapasitas institusional melalui pertukaran pengetahuan dan peningkatan kompetensi.
Implementasi kerja sama akan dilaksanakan oleh Pertamina Energy Institute sebagai lembaga pemikir strategis internal perusahaan.
“Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi energi yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan,” jelasnya.
Emma menambahkan, kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat posisi strategis Pertamina di tingkat regional di tengah dinamika transisi energi global yang terus berkembang.
Baca Juga:Satu Jemaah Haji Asal Cikalong Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci240 Siswa SMA Al Ma’soem dan 91 Santri PSAM Resmi Dilepas, Sejumlah Lulusan Tembus Kampus Luar Negeri
“Berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemikir internasional, akan meningkatkan kapasitas seluruh pihak yang terlibat,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Pertamina Group juga menandatangani sejumlah kerja sama strategis lainnya, di antaranya *Joint Study Agreement* (JSA) Carbon Capture Storage (CCS) Amonia antara Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi, Perusahaan Gas Negara, dan PT Pupuk Indonesia.
