Motif Pembunuhan 'Pak Ogah', Pelaku Dendam Sering Dibully Korban

Polres Banjar saat merilis kasus pembununan \'Pak Ogah\' di warung dekat lapang Golf Kota Banjar, Sabtu (8/8/202
Polres Banjar saat merilis kasus pembununan \'Pak Ogah\' di warung dekat lapang Golf Kota Banjar, Sabtu (8/8/2026). Motif pembunuhan karena pelaku dendam sering diolok-olok oleh korban. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Banjar berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan berinisial S (45) di wilayah Pasirkoja, Kota Bandung, kurang dari delapan jam setelah kejadian. Penangkapan ini dilakukan menyusul ditemukannya korban bernama A (47) yang tewas dengan luka tusuk di bagian perut dan ulu hati di kawasan Ciaren, dekat lapangan Golf, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, pada Kamis (6/8/2026) malam.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, mengungkapkan bahwa motif utama di balik aksi sadis tersebut adalah dendam yang telah dipendam pelaku. Pelaku dan korban diketahui merupakan rekan kerja yang sama-sama berprofesi sebagai pengatur lalu lintas informal atau kerap disebut ‘Pak Ogah’ di pertigaan BBWS Citanduy.

“Motif pembunuhan ini murni karena pelaku memiliki dendam kepada korban. Sejak empat tahun lalu, pelaku sering kali diolok-olok atau dibully oleh korban,” ujar AKBP Didi Dewantoro dalam konferensi pers di Mapolres Banjar, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga:Sembilan Tahun Berkembang, Tesavara Beranjak dari Gaya Remaja ke Fashion yang Lebih DewasaBukan Sekadar Bantuan, Program SUJUD Polres Tasikmalaya Dorong Pesantren Jadi Basis Ketahanan Pangan

Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku S mengaku telah lama menyimpan rasa sakit hati. Ia merasa tidak hanya sering direndahkan. Pelaku bahkan menyatakan rasa puasnya setelah berhasil menghabisi nyawa korban dan tidak menunjukkan rasa penyesalan.

“S dari pengakuannya mengaku puas dan tidak menyesal telah melakukan perbuatannya. Pelaku menilai korban kerap bertindak sewenang-wenang dan tidak mau berbagi,” tambah Kapolres.

Kronologi kejadian berawal dari cekcok mulut antara pelaku dan korban di lokasi kejadian. Pertengkaran tersebut memicu emosi pelaku hingga ia pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam jenis pisau. Pelaku kemudian kembali mendatangi korban yang sedang berada di sebuah warung.

“Pelaku dan korban terlibat perkelahian. Setelah korban berhasil dijatuhkan dengan pukulan, pelaku langsung menusukkan pisau ke tubuh korban. Tidak hanya itu, pelaku juga menusukkan sebatang kayu ke bagian ulu hati korban hingga meregang nyawa,” jelas AKBP Didi.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri ke luar kota guna menghindari kejaran warga dan aparat kepolisian. Namun, berkat kerja cepat Unit Reaksi Cepat Polres Banjar yang dibantu oleh informasi dari masyarakat, pelaku berhasil dibekuk di daerah Pasirkoja, Bandung, pada Jumat (7/8/2026) dini hari.

0 Komentar