Libur Iduladha 2026, Kunjungan Wisata Kabupaten Bandung Diprediksi Tak Seramai Tahun Lalu

Libur Iduladha 2026, Kunjungan Wisata Kabupaten Bandung Diprediksi Tak Seramai Tahun Lalu
Kepala Dinas Ekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan saat ditemui, Selasa (26/5/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bandung memprediksi kunjungan wisata saat libur Iduladha 2026 tidak akan seramai tahun sebelumnya.

Kondisi ekonomi masyarakat hingga momentum penerimaan siswa baru disebut menjadi faktor utama yang mempengaruhi minat berwisata.

Kepala Dinas Ekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan mengatakan, meski terdapat sejumlah libur panjang sepanjang Mei hingga Iduladha, peningkatan kunjungan wisatawan belum terlalu signifikan.

Baca Juga:Jelang Libur Panjang, Pemkab Bandung Barat Pastikan Wisata Lembang AmanDulu Terbengkalai, Kini Cimanggu Disulap Jadi Destinasi Wisata Air Panas Modern di Ciwidey

“Bulan Mei ini ada beberapa libur panjang. Kunjungan memang ada peningkatan, tapi tidak signifikan. Sekitar 30 persen kenaikannya,” ujar Wawan saat ditemui, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu turut membuat wisatawan menahan diri untuk berkunjung ke kawasan wisata Kabupaten Bandung, khususnya wilayah selatan yang rawan bencana.

“Cuaca sedang pancaroba. Kadang hujan, kemudian kemarau. Wilayah selatan ini rawan bencana, ada pohon tumbang dan angin puting beliung, sehingga wisatawan menahan diri untuk datang,” katanya.

Namun demikian, faktor yang paling berpengaruh saat momen libur Iduladha tahun ini adalah kondisi ekonomi masyarakat yang berbarengan dengan kebutuhan masuk sekolah anak.

“Liburan Iduladha ini berbarengan dengan masa penerimaan siswa baru. Jadi masyarakat lebih mementingkan dari sisi ekonomi untuk memasukkan anaknya ke sekolah,” ungkapnya.

Wawan menilai kondisi tersebut membuat kunjungan wisata saat Iduladha tahun ini cenderung sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Agak sedikit turun,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap sektor pariwisata Kabupaten Bandung bisa kembali menggeliat dalam beberapa bulan ke depan seiring membaiknya daya beli masyarakat.

Baca Juga:Reaktivasi Jalur KA Diyakini Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata SumedangJeje Siap Evaluasi Pembangunan Wisata Outdoor di Bandung Barat

“Kami berharap enam bulan ke depan bisa ada kenaikan kunjungan wisatawan seiring ekonomi yang semakin membaik,” ucapnya.

Selain itu, Dinas Ekraf juga meminta para pengelola wisata meningkatkan kenyamanan pengunjung melalui pelayanan yang baik, keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan wisata.

“Yang paling penting adalah kebersihan. Bukan hanya tanggung jawab pengusaha wisata, tetapi juga wisatawan dan masyarakat setempat,” pungkas Wawan.

0 Komentar