Dulu Terbengkalai, Kini Cimanggu Disulap Jadi Destinasi Wisata Air Panas Modern di Ciwidey

Dulu Terbengkalai, Kini Cimanggu Disulap Jadi Destinasi Wisata Air Panas Modern di Ciwidey
Kawasan pemandian air panas Cimanggu di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, kini tampil dengan wajah baru setelah direstorasi dan dikembangkan menjadi Jiwanta Cimanggu Thermal Spring. Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kawasan pemandian air panas Cimanggu di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, kini tampil dengan wajah baru setelah direstorasi dan dikembangkan menjadi Jiwanta Cimanggu Thermal Spring.

Destinasi yang dulu dikenal sebagai pemandian lama dengan fasilitas terbatas itu kini disulap menjadi tempat wisata modern dengan konsep estetik dan ramah wisatawan.

Pengelola Jiwanta Cimanggu Thermal Spring, Ashram Shahrivar, mengatakan pihaknya melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kawasan tersebut sejak 2024 lalu.

Baca Juga:KDS Lepas Kloter Terakhir Jemaah Haji Kabupaten BandungRibuan Peserta Padati Dome Bale Rame dalam Road to Musda VIII LDII Kabupaten Bandung

“Kami di sini telah me-restorasi Cimanggu yang mungkin dari tahun-tahun sebelumnya itu bisa dilihat dari segi kolamnya, fasilitasnya itu kurang representatif untuk wisatawan,” kata Ashram saat ditemui, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, berbagai fasilitas kini diperbarui mulai dari kolam pemandian, restoran, kamar bilas, area parkir hingga desain kawasan yang dibuat lebih modern dan instagramable.

“Jadi kami di sini memberikan wajah baru dari segi kolam renang, fasilitas, restoran, makanan, area parkir, dan juga kamar bilas. Semuanya kami desain dan kami pastikan sesuai harapan tamu-tamu yang hadir,” ujarnya.

Tak hanya memperbaiki fasilitas lama, pengelola juga menghadirkan ikon baru bernama The Cave. Bangunan tersebut dibuat menyerupai gua dengan air terjun buatan, lampu dan musik yang menyala saat malam hari.

“Kita di sini juga memberikan konsep iconic building atau The Cave. Jadi di dalamnya itu ada waterfall dan kalau malam hari akan menyala lampu dan musik,” katanya.

Ashram mengatakan perubahan Cimanggu didorong oleh besarnya potensi wisata di kawasan Ciwidey serta keinginan masyarakat yang ingin kembali menikmati pemandian tersebut.

“Saya lihat banyak masyarakat yang sebetulnya ingin merasakan kembali Cimanggu dibuka,” ucapnya.

Baca Juga:OJK Warning Modus Baru, Jasa Pelunasan Pinjol Minta Biaya di AwalPGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi COâ‚‚, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

Ia juga melihat jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Ciwidey terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim libur panjang.

“Setiap weekend, long weekend, apalagi lebaran itu cukup fantastis jumlah tamunya,” katanya.

Selain menawarkan konsep wisata modern, Jiwanta Cimanggu juga tetap mempertahankan daya tarik utama berupa air panas alami dengan kandungan belerang yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit.

0 Komentar