Reaktivasi Jalur KA Diyakini Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sumedang

Pengendara sepeda motor melintas melewati jalur kereta non-aktif di Jalan Babakan Deki, Citereup, Kecamatan
Pengendara sepeda motor melintas melewati jalur kereta non-aktif di Jalan Babakan Deki, Citereup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Menciptakan peluang usaha baru di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa di sekitar stasiun,” jelas Djoko.

Ia menambahkan, sektor logistik juga akan mendapatkan manfaat besar karena pengangkutan barang dapat dialihkan dari jalan raya ke moda kereta api yang dinilai lebih efisien.

Selaras dengan visi Pemprov Jabar, Djoko menilai jalur kereta api aktif juga akan memperkuat sektor pariwisata dengan membuka akses menuju destinasi wisata yang sebelumnya sulit dijangkau.

Baca Juga:Abu Semen PT Mortar Nasional Indonesia Diduga Kembali Bocor, Warga Kemang Bogor ResahPemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk Prioritas

Beberapa jalur yang dinilai potensial untuk mendukung wisata antara lain Garut–Cikajang dan Banjar–Pangandaran–Cijulang yang memiliki panorama alam khas Priangan.

Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, keberadaan kereta api juga dinilai mampu menekan kerusakan jalan akibat tingginya lalu lintas kendaraan berat seperti truk.

“Kereta api memiliki keunggulan ekonomi untuk jarak menengah sekitar 750 sampai 1.500 kilometer,” katanya.

Djoko menilai, jika program reaktivasi tersebut terealisasi, maka pemerintah sekaligus dapat memaksimalkan aset negara berupa jalur rel dan bangunan stasiun yang selama ini terbengkalai.

Tak hanya itu, reaktivasi juga dinilai dapat mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) serta memperkuat integrasi antarmoda transportasi seperti terminal dan bandara.

“Dengan menghidupkan kembali jalur-jalur yang sempat terputus, kita tidak hanya menyambungkan rel, tetapi juga merajut kembali potensi ekonomi, sosial, dan pariwisata menuju konektivitas nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar