“Tinggal ditingkatkan saja menurut saya. Programnya sudah bagus, perhatian terhadap transportasi publik ini sudah bagus, tinggal dimaksimalkan,” ungkap Djoko.
Dia menyampaikan, jika Program Rabu Ngangkot yang diwajibkan bagi para ASN Pemkab Sumedang, akan lebih maksimal apabila digratiskan biaya angkotnya.
“Kasih gratis supaya ASN lebih minat pakai angkot. Tentu perlu diperhatikan kesejahteraan sopir angkotnya. Misal dibayar khusus setiap hari Jumat itu satu sopir Rp50 atau Rp100 ribu,” ucap Djoko.
Baca Juga:Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin, Ekspor Nonmigas ke Meksiko Terus DiperkuatFokus Tekan Risiko Kecelakaan KA, Prabowo Gelontorkan Rp4 Triliun untuk Perlintasan dan Flyover
Dia menambahkan, diberikannya Rp50 atau Rp100 ribu per sopir angkot itu, supaya setiap ASN memiliki minat tinggi menerapkan program karena digratiskan.
“Kan hanya angkut ASN di jam berangkat kerja dan pulang saja, sopir tetap beroperasi seperti biasa. Bila perlu gratiskan juga bagi anak sekolah,” imbuh Djoko.
“Dengan program sekarang saja (Rabu Ngangkot), menurut saya Bupati Sumedang sudah dapat poin positif di mata publik. Apalagi kalau tidak hanya diharuskan tapi juga digratiskan bagi ASN dan anak sekolah gratis, saya yakin bisa terpilih lagi jadi bupati di Pemilu mendatang kalau beliau mencalonkan,” pungkasnya. (Bas)
