“Kalau kemarin minimal tingkat provinsi, tapi sebaiknya nasional ke atas karena persaingannya pasti ketat,” tambahnya.
SMA Negeri 1 Bogor menyiapkan kuota sekitar 320 siswa yang terbagi ke dalam 10 kelas dengan kapasitas masing-masing 32 siswa. Pembagian sementara kuota terdiri dari 50 persen jalur rapor, 20 persen jalur prestasi akademik, dan 20 persen jalur non-akademik.
Meski diprediksi dibanjiri peminat, pihak sekolah memastikan tidak akan menambah ruang kelas.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Benahi Jalan Rusak, 32 Ruas Masuk PrioritasSokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
“Tidak ada penambahan, karena memang ruangannya cuma segini,” ujarnya.
Program Sekolah Maung terbuka bagi seluruh siswa yang memiliki Kartu Keluarga Jawa Barat, tidak terbatas hanya warga Kota atau Kabupaten Bogor.
“Yang penting KK-nya Jawa Barat. Jadi dari Cimahi atau daerah lain juga bisa daftar ke sini,” kata Yetti.
Saat ini, SMA Negeri 1 Bogor terus menggencarkan sosialisasi ke berbagai SMP negeri maupun swasta di Kota Bogor dan wilayah lainnya guna memperkenalkan mekanisme penerimaan Sekolah Maung kepada calon peserta didik.
