Ke depan, pihak rumah sakit berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan layanan, termasuk penambahan kapasitas pelayanan IGD. Namun, menurutnya proses tersebut membutuhkan waktu karena harus disiapkan sarana, prasarana, hingga sumber daya manusia.
“Kami akan melakukan perbaikan, penyiapan perluasan pelayanan yang mana pasti membutuhkan waktu karena harus disiapkan sarana-prasarana dan SDM-nya,” ujar Yuli.
Ia berharap ke depan pelayanan rumah sakit bisa semakin baik dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga:Remaja 18 Tahun Curi Kabel di Ciseeng Bogor, Sempat Dihajar Massa Sebelum DimediasiDidatangkan dari Bima NTB, Sapi Kurban di Cibinong Bogor Dibanderol Rp15 Juta hingga Rp45 Juta
“Mudah-mudahan ke depan kami bisa memberikan yang lebih baik kepada masyarakat. Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang ibu asal Pasantren Barat, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat mendatangi RSUD Otista. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial.
Keluarga pasien menyebut sang ibu diduga tidak mendapatkan pemeriksaan karena rumah sakit dalam kondisi penuh, padahal pasien disebut sedang mengalami kondisi darurat akibat asma. Pihak keluarga mengaku hanya meminta bantuan pertolongan pertama berupa pemberian oksigen atau uap untuk membantu pernapasan pasien.
