Harga Daging Sapi Bergejolak, Sekda Jabar Siapkan Intervensi Jika Inflasi Merangkak Naik

Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman merespons gejolak harga daging sapi yang mulai dikeluhkan pedagang di wilayah Bandung Raya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku akan terlebih dahulu mengecek kondisi riil di lapangan sebelum mengambil langkah intervensi.

Herman mengatakan, pemerintah perlu memastikan data dan kondisi pasar agar kebijakan yang diterapkan tepat sasaran.

“Kami akan check re-check dulu. Sampai hari ini inflasi di Jawa Barat masih terkendali,” cetusnya, Rabu (22/5).

Baca Juga:Sokoguru Policy Forum Bahas Strategi Ketahanan dan Transisi Energi NasionalDua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat Kabur

Ia menjelaskan, inflasi masih masuk kategori aman apabila berada di rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi ekonomi Jawa Barat pada April 2026 justru tercatat mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.

Meski demikian, Pemprov Jabar tetap mewaspadai potensi lonjakan harga kebutuhan pokok, termasuk daging sapi, yang belakangan mulai merangkak naik di sejumlah pasar tradisional.

Menurut Herman, jika angka inflasi mulai mendekati ambang batas, pemerintah akan segera melakukan intervensi bersama pemerintah kabupaten dan kota.

“Tentu kalau sudah merangkak ke 2 persen apalagi sudah memasuki batas psikologis di 3,5 persen tentu kami harus treatment. Kami harus intervensi bersama 27 kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menyebut langkah intervensi dapat dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pasar murah, subsidi harga, pasar bersubsidi hingga operasi pasar. Kebijakan tersebut nantinya disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Herman menegaskan, stabilitas harga pangan juga menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Barat.

“Pak Gubernur sudah menginstruksikan kami di birokrasi pemerintahan untuk menjaga harga-harga agar terjangkau,” katanya.

Baca Juga:Soal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak HigienisPermudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi Digital

Untuk sementara, Pemprov Jabar akan lebih dulu memantau perkembangan harga di pasar. Jika ditemukan lonjakan signifikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan langsung diterjunkan.

Kalau ternyata sudah di atas rata-rata, kami akan gerak cepat. Nanti Indag akan turun ke lapangan dengan pasar bersubsidinya, dengan pasar murahnya, dengan operasi pasar dan lain sebagainya,” cetusnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan harga daging sapi yang terus naik dan nyaris menyentuh Rp160 ribu per kilogram. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian pedagang di Pasar Kosambi Kota Bandung sempat mogok berjualan.(son)

0 Komentar