JABAR EKSPRES – Seorang perangkat desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di dalam kediamannya. Korban bernama Nunung Nurtipah, yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Sindang Hilir, Desa/Kecamatan Cipaku. Wanita paruh baya tersebut diduga kuat meninggal akibat serangan jantung mendadak, pada Minggu (17/5/2026).
Kanit Intel Polsek Cipaku, Bripka Adit Maulana, membenarkan insiden penemuan mayat tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis awal, polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau unsur pidana pada tubuh korban.
“Tidak ada luka lebam, bekas senjata tajam, atau tanda-tanda penganiayaan yang mengarah pada tindak kejahatan,” katanya
Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah
Peristiwa memilukan ini pertama kali terendus oleh tetangga sekitar yang merasa janggal melihat lampu rumah korban tetap menyala di waktu yang tidak biasa.
Penerangan di dalam rumah terlihat menyala sejak sore hingga menjelang malam, padahal biasanya Nunung Nurtipah cepat mematikan lampu jika sudah beristirahat. Rasa curiga itu semakin menjadi ketika warga tidak melihat aktivitas korban seperti biasanya.
Merasa ada keanehan, warga mencoba memanggil korban dari luar rumah. Namun, ketukan pintu dan panggilan berulang kali tidak mendapat respons sama sekali.
“Karena tidak ada jawaban, warga berinisiatif mengintip melalui kaca jendela. Saat itulah korban terlihat sudah dalam posisi kaku,” ungkap Bripka Adit Maulana.
Melihat kondisi tersebut, warga segera berkumpul di lokasi dan melaporkan temuan itu kepada aparat desa setempat.
Meski demikian, masyarakat setempat memilih bersikap kooperatif dengan tidak menerobos masuk ke dalam rumah sebelum pihak keluarga korban tiba di lokasi.
Mereka menunggu kedatangan anak dan kerabat dekat korban sebagai bentuk penghormatan. Sikap ini juga membantu pihak kepolisian dalam melakukan olah TKP tanpa gangguan dari warga yang penasaran.
Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam DiamankanLibur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari
Sebelum ditemukan mengembuskan napas terakhir, korban diketahui masih sempat beraktivitas di pagi hari. Berdasarkan kesaksian warga, Nunung Nurtipah sempat menjalin komunikasi melalui panggilan telepon dan pesan singkat WhatsApp dengan anaknya yang berdomisili di Kecamatan Kawali.
Dalam percakapan tersebut, tidak ada indikasi bahwa korban sedang merasakan keluhan kesehatan yang serius. Anak korban menyebut bahwa ibunya terlihat berbicara seperti biasa tanpa mengeluhkan sakit apapun.
