DLH Cimahi Akui Selisih 131 Ton Sampah per Hari Tak Tertangani

DLH Cimahi Akui Selisih 131 Ton Sampah per Hari Tak Tertangani
Kabid PSLB3PK DLH Kota Cimahi, Beni Gunadi saat Menjelaskan soal Kondisi Sampah di Cimahi. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan sampah di Kota Cimahi masih menjadi tantangan besar di tengah upaya pemerintah mendorong kebijakan zero to TPA atau pengurangan ketergantungan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti.

Keterbatasan kuota pembuangan dan kapasitas pengolahan di dalam kota membuat pemerintah daerah harus terus mencari berbagai strategi agar pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mencatat, produksi sampah harian saat ini berada di kisaran 230 hingga 250 ton per hari. Sementara kuota pembuangan ke TPA Sarimukti dibatasi hanya 1.670 ton setiap dua minggu atau sekitar 119 ton per hari.

Baca Juga:Proyek Sampah Cimahi Dikejar Deadline, World Bank Ingatkan Risiko Bantuan DicabutAmbisi Zero TPA Cimahi! Kapasitas Naik, Tapi Masalah Sampah Masih Menggunung

Dengan kondisi tersebut, masih terdapat selisih sekitar 131 ton sampah per hari yang harus diolah secara mandiri di wilayah Kota Cimahi.

Kabid PSLB3PK DLH Kota Cimahi, Beni Gunadi, mengatakan pihaknya terus berupaya agar pengelolaan sampah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA Sarimukti.

“Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi terus berupaya bagaimana sampah ini bisa dikelola di Kota Cimahi sendiri, sehingga ketergantungan ke Sarimukti bisa terus dikurangi. Kalau dilihat dibanding beberapa tahun sebelumnya, sebenarnya sudah ada perubahan yang cukup signifikan,” kata Beni saat diwawancarai Jabar Ekspres di kantornya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah saat ini jauh berbeda dibanding sebelumnya. Jika dahulu pengiriman sampah ke Sarimukti belum dibatasi, kini setiap daerah harus menyesuaikan dengan kapasitas yang tersedia.

“Dulu mau kirim berapa pun relatif tidak terlalu dibatasi, sedangkan sekarang kuotanya jelas. Cimahi hanya diperbolehkan membuang sekitar 119 ton per hari ke Sarimukti, sementara produksi sampah harian bisa mencapai 230 sampai 250 ton,” jelasnya.

Karena itu, kata Beni, masih ada selisih sekitar 131 ton per hari yang harus ditangani melalui berbagai upaya pengolahan di dalam kota.

“Berarti ada gap yang memang harus kita pikirkan bersama bagaimana selisih ini bisa diolah dan dikurangi,” ujarnya.

Baca Juga:Kota Cimahi Darurat Sampah, Pengangkutan Kerap Terhenti Akibat Pembatasan KuotaSampah Menumpuk di depan Sekolah, DLH Cimahi Akui Terkendala Kuota Sarimukti

DLH Cimahi menilai, keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas maupun mesin pengolahan di TPST, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya.

0 Komentar