JABAR EKSPRES – Persoalan sampah kembali menghantui Kota Cimahi. Pembatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti membuat pengangkutan sampah di sejumlah wilayah kerap tersendat hingga beberapa hari.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini mengandalkan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta pengurangan sampah dari sumber untuk menekan penumpukan.
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Kota Cimahi, Komme Edcadian Siringoringo, mengatakan armada pengangkut sampah milik Pemkot Cimahi secara teknis sebenarnya masih mencukupi. Namun, persoalan utama berada pada pembatasan kuota pembuangan ke TPPAS Sarimukti.
Baca Juga:Bongkar Dugaan Asusila Guru BK SMAN 4 Cibinong Terbongkar, Ayah Korban Ungkap KronologisnyaBobotoh Terduga Korban Penganiayaan Jalani Pemeriksaan, Polisi Diminta Segera Amankan Pelaku!
Saat ini, Kota Cimahi hanya memperoleh kuota pembuangan sebanyak 119 ton sampah per hari atau setara 1.666 ton dalam satu siklus 14 hari. Di sisi lain, volume sampah yang harus diangkut setiap hari mencapai sekitar 150 hingga 200 ton.
“Akibatnya, kuota 14 hari biasanya sudah habis pada hari ke-9 atau ke-10. Kondisi ini membuat pengangkutan sampah harus dihentikan total selama empat sampai lima hari hingga kuota berikutnya dibuka,” kata Komme saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penumpukan sampah di berbagai titik di Kota Cimahi. DLH pun melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi beban sampah yang dikirim ke Sarimukti.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah menambah jam operasional TPST. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
“Kami di DLH Kota Cimahi sudah menambah jam operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Hal itu salah satu upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti,” ujarnya.
Meski demikian, kapasitas pengolahan sampah yang dimiliki Kota Cimahi dinilai masih jauh dari ideal. Total timbulan sampah harian di kota tersebut mencapai sekitar 230 ton per hari, sementara kemampuan pengolahan yang tersedia masih terbatas.
DLH juga mendorong pengurangan sampah langsung dari sumber, baik rumah tangga maupun kawasan komersial. Upaya itu dilakukan agar volume sampah harian dapat ditekan dan ketergantungan terhadap kuota Sarimukti berkurang.
