Viral MBG Bau di Dayeuhkolot, Camat: Sebagian Makanan Diduga Basi, SPPG Disetop Sementara

Aksi sejumlah siswa SMP di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, viral di media sosial setelah mereka bera
Aksi sejumlah siswa SMP di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, viral di media sosial setelah mereka beramai-ramai mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dapur SPPG. Foto tangkapan layar instagram
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Viral di media sosial, aksi siswa SMP yang mengembalikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mendapat perhatian serius pemerintah setempat.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengungkapkan kronologi hingga hasil temuan sementara terkait kejadian tersebut.

Asep menjelaskan, peristiwa bermula saat pembagian MBG pada pagi hari. Sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi makanan.

Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita

“Pada saat dibagikan MBG pagi-pagi, jam 9 jam 10-an, ada yang merasa tidak pas, terutama ada yang bilang ‘bau’,” ujar Asep, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, karena lokasi dapur SPPG berdekatan dengan sekolah, para siswa kemudian berinisiatif mengembalikan makanan tersebut.

“Ya kemudian mereka inisiatif karena dekat tempatnya, membalikan ke SPPG yang menyalurkan,” katanya.

Asep menyebut, sasaran pembagian MBG tidak hanya satu sekolah. Program tersebut menyasar beberapa titik, mulai dari dua SMP, tiga SD, hingga TK dan posyandu. Setelah informasi menyebar, sebagian besar penerima manfaat memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut.

“Yang lain juga kebanyakan besar memang dikembalikan, tidak dikonsumsi,” ungkapnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, jajaran Forkopimcam bersama pihak terkait langsung melakukan pengecekan ke lapangan. Asep mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan dampak terhadap para siswa.

“Kami menyoroti dampaknya, barangkali ada makanan yang sudah terlanjur dikonsumsi,” jelasnya.

Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak 

Ia menambahkan, pihak sekolah diminta memantau kondisi siswa untuk mengantisipasi kemungkinan efek kesehatan. Hingga saat ini, belum ditemukan laporan adanya keracunan.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada informasi lanjutan terkait efek, tidak ada keracunan atau hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Asep mengungkapkan bahwa tidak semua makanan dalam kondisi bermasalah. Namun, terdapat sebagian yang diduga basi.

“Hasil cek makanan tersebut memang tidak semuanya, memang ada yang berbau, lebih ke basi mungkin. Ada yang memang aman,” ujarnya.

Ia menduga perbedaan kualitas tersebut terjadi karena proses memasak dilakukan dalam beberapa kelompok.

“Yang basi itu ada di salah satu kelompok masak, jadi ada yang basi, ada yang tidak. Hitungannya mungkin 50/50 menurut SPPG, dan mereka juga sudah mengakui,” tambahnya.

0 Komentar