Dishub Kota Bogor Aktifkan 50 Halte Biskita Transpakuan, Layanan Empat Koridor Diperluas

Salah satu titik bus stop atau halte untuk layanan Biskita Transpakuan di Kota Bogor. Foto: Sekar Andini
Salah satu titik bus stop atau halte untuk layanan Biskita Transpakuan di Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

Lebih lanjut dijelaskan, aktivasi titik bus stop atau halte ini juga berdasarkan dari analisa pada kantong-kantong penumpang yang berpotensi banyak namun sebelumnya belum terakomodasi halte atau titik bus stop layanan Biskita Transpakuan.

Dody menyebut, sejumlah titik bus stop atau halte sebelumnya hanya terpasang di sejumlah titik seperti di depan ruko atau pusat perbelanjaan, sementara kawasan permukiman dan akses menuju perkampungan seperti gang yang memiliki banyak pengguna angkutan umum belum memiliki titik pemberhentian.

“Harusnya halte atau bus stop itu berada di titik yang dekat dengan kantong penumpang juga, misalnya akses menuju perumahan atau kawasan permukiman warga. Tetapi kalau di titik-titik yang ada gang, yang masuk ke dalam itu ternyata ada perkampungan, di situ ada kantong-kantong parkir yang pemakai angkutan umumnya besar, di situ tidak dipasang, nah sekarang kami pasang atau aktifkan,” ucapnya.

Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam DiamankanLibur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari

Adapun aktivasi titik bus stop atau halte tersebut dijelaskan Dody bukan sepenuhnya penambahan titik henti bus stop atau halte baru.

Titik yang diaktifkan itu merupakan bus stop atau halte yang sebelumnya sudah direncanakan dan telah dipasang rambu sejak tahun 2025 lalu. Namun, titik-titik tersebut baru difungsikan dan disesuaikan kembali pelayanannya pada tahun 2026 ini.

“Kami aktifkan itu bukan hanya menambah titik bus stop atau halte, tetapi menyesuaikan titik yang ada, karena rambunya sudah terpasang juga di tahun kemarin untuk rambu bus stop-nya,” katanya.

Berdasarkan data Dishub Kota Bogor, aktivasi titik bus stop atau halte dilakukan dengan rincian pada Koridor 1 sebanyak 6 titik, Koridor 2 sebanyak 18 titik, Koridor 5 sebanyak 13 titik, dan Koridor 6 sebanyak 13 titik.

Dengan penambahan tersebut, total titik bus stop atau halte yang kini aktif melayani penumpang di Koridor 1 menjadi 40 titik, Koridor 2 sebanyak 62 titik, Koridor 5 sebanyak 45 titik, dan Koridor 6 sebanyak 51 titik.

Dody pun berharap evaluasi dan aktivasi titik bus stop atau halte ini dapat membuat layanan Transpakuan semakin mudah dijangkau masyarakat sehingga mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

“Kami berharap dengan adanya evaluasi dan analisa saat ini, masyarakat dapat terlayani untuk Biskita Transpakuan, dengan penggunaan transportasi massal yang maksimal, masyarakat diharapkan bisa beralih dari kendaraan pribadi menuju angkutan massal atau Biskita Transpakuan,” tuturnya.

0 Komentar