Ramai Narasi Mahkota Binokasih Rusak, Karaton Sumedang Larang Pastikan Itu Kabar Hoaks!

Tangkapan layar dari video penyampaian Radya Anom Karaton Sumedang Larang, R Lucky Soemawilaga yang menyatakan
Tangkapan layar dari video penyampaian Radya Anom Karaton Sumedang Larang, R Lucky Soemawilaga yang menyatakan jika narasi Mahkota Binokasih rusak adalah informasi palsu alias hoaks.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mahkota Binokasih tengah ramai diperbincangkan, disebut kondisinya mengalami kerusakan. Namun pada faktanya, narasi yang beredar di publik dipastikan informasi palsu alias hoaks.

Diketahui, Mahkota Binokasih yang disebut mengalami kerusakan dipastikan tidak sesuai fakta. Informasi yang beredar di sejumlah pemberitaan dan media sosial dinilai menyesatkan, karena mahkota pusaka tersebut dalam kondisi utuh serta tak mengalami kerusakan pada bagian utama.

Fakta tidak ada kerusakan pada Mahkota Binokasih pun disampaikan Radya Anom Karaton Sumedang Larang, R Lucky Soemawilaga.

Baca Juga:Polresta Bandung Ringkus Lima Pelaku Begal Sadis terhadap WNA China di Solokan JerukKasus Hukum Pengusaha LPG Asal Bandung Rio Delgado Hassan Selesai Lewat Jalur Perdamaian

“Mahkota Binokasih memang tersusun dari sejumlah elemen yang dirangkai secara detail, bukan berbentuk cetakan utuh,” katanya ketika dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Lucky menerangkan, ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan pengikat lama berupa benang biasa yang sudah rapuh akibat faktor usia, sehingga perlu diganti demi menjaga keamanan dan estetika pusaka.

“Penggantian tali pengikat itu sebagai bagian dari proses perawatan dan pelestarian benda pusaka, bukan karena adanya kerusakan pada mahkota,” terangnya.

“Seluruh bagian utama mahkota dipastikan tetap utuh, aman, dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun,” tambah Lucky.

Oleh sebab itu, penggunaan istilah “mahkota rusak” dinilai tidak tepat dan berpotensi menggiring opini publik secara keliru.

Pihak terkait juga menyayangkan, munculnya informasi yang tidak disertai klarifikasi kepada pihak yang memahami kondisi asli pusaka tersebut.

Narasi yang berkembang disebut telah memicu kegaduhan publik, serta menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama terkait salah satu simbol penting warisan budaya Sunda.

Baca Juga:Bongkar Dugaan Asusila Guru BK SMAN 4 Cibinong Terbongkar, Ayah Korban Ungkap KronologisnyaBobotoh Terduga Korban Penganiayaan Jalani Pemeriksaan, Polisi Diminta Segera Amankan Pelaku! 

Mahkota Binokasih sendiri dikenal sebagai simbol sejarah dan kehormatan budaya Sunda. Pusaka tersebut memiliki nilai historis tinggi, karena berkaitan dengan keberlanjutan kekuasaan Kerajaan Sunda hingga Sumedang Larang.

Mahkota Binokasih disebut bukan sekadar benda pusaka saja, melainkan lambang marwah budaya dan identitas peradaban Sunda yang diwariskan lintas generasi.

Melalui klarifikasi tersebut, pihak terkait meminta agar pihak-pihak yang telah menyebarkan informasi mengenai “mahkota rusak” tanpa dasar fakta agar mencabut pemberitaan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. (Bas)

0 Komentar