JABAR EKSPRES – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Bandung mengintensifkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 dengan menurunkan 66 tenaga medik dan paramedik ke ratusan titik penjualan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan bulan Mei menjadi periode penting karena menjadi momentum persiapan besar sektor peternakan dan kesehatan hewan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.
“Bulan Mei ini kami sebut sebagai bulannya peternakan karena ada momen besar terkait hari besar keagamaan, yaitu Idul Adha,” ujar Ina, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:Prodi KPI UNIK Cipasung Bekali Mahasiswa Skill Jurnalistik Profesional175 Calon Haji Kabupaten Tasikmalaya Kloter 29 Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Menurutnya, Dispertan mengoptimalkan dua bidang utama, yakni peternakan dan kesehatan hewan. Bidang peternakan fokus pada ketersediaan pasokan ternak, sementara kesehatan hewan memastikan hewan kurban bebas dari PMK maupun penyakit zoonosis.
Ina menjelaskan, sebanyak 66 personel diterjunkan untuk melakukan pengawasan langsung ke lapak dan peternak, dibantu Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) serta Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran.
“Ada 66 orang yang akan diturunkan untuk mengawasi kesehatan hewan kurban di Kabupaten Bandung,” katanya.
Pada tahun lalu, Dispertan memeriksa 547 lapak dan peternak. Hasilnya, mayoritas hewan kurban berada dalam kondisi sehat dan layak jual.
“Tidak sampai 5 persen temuan hewan yang bermasalah. Artinya para peternak sudah semakin paham menyediakan hewan kurban yang sehat dan sesuai syariah,” jelas Ina.
Selain pemeriksaan rutin melalui 10 Puskeswan dan program posterling, selama Mei Dispertan menetapkan layanan khusus setiap Selasa dan Jumat untuk inspeksi lapak dan peternak hewan kurban.
Masyarakat juga diimbau membeli hewan kurban dari lapak yang sudah diperiksa petugas dan memiliki label sehat resmi.
Baca Juga:Gudang Oli Bekas di Gunung Putri Bogor Ludes Terbakar, Dipicu Oli Mendidih dan MeluberBupati Tasikmalaya Rotasi Empat Pejabat Eselon II, Jabatan Kadinkes Kini Kosong
“Kalau hewan sehat, nanti kita beri label sehat. Jadi masyarakat bisa memastikan hewan yang dibeli memang layak kurban,” tegasnya.
Tak hanya ante mortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan, Dispertan juga melakukan post mortem guna memastikan organ dalam hewan aman dikonsumsi.
“Setelah disembelih pun tetap dicek. Kalau ada organ yang tidak layak, harus dibuang,” pungkasnya.
