Jabar Ekspres – Pertumbuhan eceng gondok yang makin masif di Waduk Saguling dipastikan bakal ditangani secara maksimal oleh PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling guna mencegah dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Langkah penanganan tersebut dilakukan menyusul keluhan warga di bantaran Waduk Saguling, tepatnya di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat yang mengaku diserang nyamuk dalam beberapa waktu terakhir.
Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan penanganan eceng gondok melalui kegiatan pembersihan area waduk dan aliran masuk PLTA bersama sejumlah stakeholder terkait.
Baca Juga:Prediksi Dampak El Nino Godzilla, 6 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Rawan Kekeringan EkstremTruk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan di Sentul Bogor, 1 Orang Tewas dan 1 Luka Berat
“Pembersihan eceng gondok rutin dilakukan bersama Satgas Citarum Harum, Kodim 0609 Cimahi, PJT II, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat,” kata Doni, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, penanganan dilakukan menggunakan alat berat hingga pengangkutan manual oleh personel lapangan. Selain itu, pihaknya juga mendorong pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi agar keberadaannya dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia menjelaskan, pertumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling bersifat dinamis lantaran dipengaruhi kondisi debit air serta kiriman dari wilayah hulu Sungai Citarum.
“Dalam satu tahun terakhir sekitar 8,5 hektare area eceng gondok berhasil dibersihkan di Waduk Saguling,” ujarnya.
Doni menambahkan, sebaran eceng gondok saat ini berada di sejumlah titik perairan tenang dan inlet sungai. Karena itu, penanganan diprioritaskan pada area yang berpotensi mengganggu operasional PLTA maupun aktivitas masyarakat di sekitar waduk.
Terkait keluhan meningkatnya populasi nyamuk, pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan yang tepat sekaligus memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
“Kegiatan pengangkutan dan pembersihan eceng gondok terus berjalan secara rutin dan bertahap dengan koordinasi lintas stakeholder agar penanganan di lapangan berjalan optimal,” katanya.
Baca Juga:Viral Video Nyaris Bentrok Jakmania-Bobotoh di Parung, Polisi Ungkap PemicuKebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten Bogor
Ia menegaskan, penanganan eceng gondok di Waduk Saguling membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama dalam meminimalisasi keberadaan keramba jaring apung (KJA) yang dinilai dapat memicu pertumbuhan eceng gondok akibat sisa pakan ikan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun waduk agar kualitas perairan tetap terjaga,” tandasnya. (Wit)
