Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten Bogor

Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten Bogor. FOTO: Dzihar/Jabar Ekspres.
Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten Bogor. FOTO: Dzihar/Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat penghematan energi mencapai 44,06 persen melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH), Car Free Day (CFD), serta gerakan Rabu Hemat Energi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyebut capaian efisiensi energi itu perlu terus ditingkatkan lewat evaluasi rutin dan berkesinambungan.

Kata dia, sejak kebijakan mulai diterapkan, Pemkab Bogor fokus melakukan pengukuran efektivitas program, salah satunya dengan membandingkan penggunaan BBM sebelum dan setelah kebijakan dijalankan.

Baca Juga:Ribuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian MenduniaHarga Solar Industri Naik, Gubernur Jateng Kawal Aspirasi Nelayan ke Pemerintah Pusat

“Selain itu, kami juga melakukan survei terhadap kurang lebih 1.650 ASN, disurvei itu, ditanya kalau dulu tanpa kebijakan ini berapa?, terus sekarang berapa? ituu kan sudah mulai terjadi ya kebijakan itu. Alhamdulillah dari sisi efisiensi itu melihat ada sedikit keberhasilan pengurangan,” kata Ajat pada Sabtu (9/5/26).

Meski begitu, Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan akhir dari upaya efisiensi.

Menurutnya, penghematan energi harus terus diperkuat dan menjadi kesadarn bersama, bukan hanya sebatas menjalankan kebijakan.

“Harus dikencangkan lagi, terus lakukan efisiensi itu bukan karena perintah, karenaini memang kebutuhan. Kami mendukung kebijakan nasional yang diterjemahkan oleh Pak Bupati untuk diterapkan di ASN dan harapannya akan mempunyai dampak juga ke masyarakat lain,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Bogor masih mengkaji tingkat produktivitas ASN sejak kebijakan tersebut diterapkan.

Ia menyebut hingga kini data kuantitatif terkait produktivitas belum dirilis.

“Yang sedang kita coba dalami adalah terkait dengan produktivitas. Kami belum bisa me-launching tingkat produktivitasnya, baru tentang hemat energinya, tapi produktivitas secara kuantitatif memang kita sedang masih sedang hitung,” kata dia.

“Jadi kalau secara kasat mata, secara produk-produk yang ada, itu nggak berubah. Produktivitas selama ini masih tetap sama, bahkan kami kalau Pak Bupati dalam hal melayani masyarakat sudah nggak mengenal tanggal merah, jam kerja, itu masih berlaku,” jelasnya.

Baca Juga:Pemkab Bandung Matangkan Sistem Peringatan Dini Banjir, Warga Rawan Banjir Disiapkan Lebih SiagaWamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota Koperasi

Ia menegaskan kebijakan kerja fleksibel seperti WFH tidak menurunkan kinerja ASN.

Menurutnya, produktivitas tetap terjaga karena pelayanan publik harus berjalan tanpa mengenal waktu.

0 Komentar