JABAR EKSPRES – Dua suporter sepak bola dari kelompok Viking, pendukung Persib Bandung, dan Jakmania, pendukung Persija Jakarta, mengalami luka-luka usai terjadi kericuhan setelah nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/5/2026) malam.
Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy Rosjadi mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat petugas tengah melakukan pemantauan jalur Sholeh Iskandar terkait bubaran acara nobar laga Persib kontra Persija.
“Sekitar pukul 19.00 WIB terjadi keributan antara suporter Persija dan suporter Persib saat petugas sedang melaksanakan monitoring terkait bubaran nobar pertandingan Persib versus Persija,” ujar Doddy saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Baca Juga:Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten BogorRibuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia
Salah satu korban berinisial LND (21), seorang pelajar asal Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, mengalami luka di bagian tangan kanan setelah diduga diserang saat melintas di kawasan kolong underpass Jalan Sholeh Iskandar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga berpapasan dengan sekelompok suporter Persib saat hendak pulang dari arah Warung Jambu menuju Parung.
“Korban saat melintas di kolong underpass Jalan Sholeh Iskandar berpapasan dengan suporter Persib, kemudian diduga diserang karena menggunakan kaus Persija,” katanya.
Selain LND, korban lain berinisial DS juga mengalami luka di bagian mata atau pelipis. DS diketahui merupakan pendukung Persib Bandung atau Viking.
Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab luka yang dialami DS, termasuk kemungkinan apakah yang bersangkutan terlibat langsung dalam bentrokan atau menjadi korban akibat mengenakan atribut Persib.
“Kedua korban langsung mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Islam Budi Agung. Saat ini kami masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit,” jelas Doddy.
Polisi juga belum dapat memastikan apakah keributan tersebut melibatkan kelompok tertentu sehingga diduga telah direncanakan, atau murni terjadi secara spontan saat massa suporter bubar.
Baca Juga:Harga Solar Industri Naik, Gubernur Jateng Kawal Aspirasi Nelayan ke Pemerintah PusatPemkab Bandung Matangkan Sistem Peringatan Dini Banjir, Warga Rawan Banjir Disiapkan Lebih Siaga
Dugaan penggunaan senjata tajam maupun benda tumpul dalam insiden itu juga masih dalam proses penyelidikan menunggu hasil visum medis kedua korban.
“Hingga saat ini kasus masih dalam penyelidikan Polresta Bogor Kota. Kami masih mendalami pihak-pihak yang terlibat serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut,” pungkasnya.
