Pemkot Bandung Gelontorkan Rp300 Miliar untuk Perbaikan Jalan 2026, Fokus pada Pemeliharaan hingga Pengaspalan

Pemkot Bandung Gelontorkan Rp300 Miliar untuk Perbaikan Jalan 2026, Fokus pada Pemeliharaan hingga Pengaspalan
Ilustrasi perbaikan jalan di kota Bandung. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyiapkan anggaran besar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sepanjang tahun 2026.

Total dana yang dialokasikan mencapai Rp300 miliar dan akan difokuskan pada berbagai program penanganan jalan, mulai dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga pengaspalan ulang di sejumlah ruas strategis di Kota Bandung.

Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan anggaran tersebut akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi jalan di lapangan.

Baca Juga:Korban Curas Modus Polisi di Leuwipanjang Bandung Mengaku Sempat Dituding Begal dan Dikeroyok WargaDendam Bisnis Berujung Maut, Kasus Pembunuhan Sadis di Rongga Bandung Barat Terkuak

Menurutnya, proses perbaikan tidak hanya dilakukan dengan pengaspalan semata, tetapi juga mencakup penanganan infrastruktur pendukung agar hasil perbaikan lebih maksimal dan bertahan lama.

“Dalam program tersebut ada beberapa jenis pekerjaan, mulai dari perbaikan jalan, pemeliharaan rutin, hingga pemeliharaan berkala. Untuk pemeliharaan berkala sifatnya kontraktual dan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Total anggaran yang disiapkan sekitar Rp300 miliar,” ujar Rizki.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama pekerjaan kontraktual tahun 2026, sedikitnya terdapat 10 ruas jalan yang masuk dalam paket pengerjaan awal.

Salah satu lokasi yang proses pengerjaannya telah selesai berada di kawasan Jalan Sunda, Kota Bandung.

Rizki menegaskan, progres pekerjaan di lapangan tidak selalu langsung terlihat dalam bentuk pengaspalan jalan. Sebab, terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum memasuki tahap overlay atau pelapisan aspal sebagai proses akhir.

“Pengerjaan di lapangan dilakukan bertahap. Jadi ketika masyarakat melihat belum langsung diaspal, itu karena ada proses awal yang harus dikerjakan, seperti perbaikan drainase atau saluran air terlebih dahulu. Setelah semua siap, baru dilakukan overlay sebagai tahap finalisasi,” katanya.

Menurutnya, pembenahan saluran air menjadi bagian penting dalam proyek perbaikan jalan untuk mencegah kerusakan kembali akibat genangan maupun aliran air yang tidak tertata.

Baca Juga:Tangis Haru Valentina dan Kisah Kebermanfaatan Program Sekolah Kemitraan Pemprov JatengHRTA Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak Hampir 200 Persen

Dengan sistem drainase yang baik, kualitas jalan diharapkan lebih awet dan mampu menunjang mobilitas masyarakat secara optimal.

Program peningkatan infrastruktur jalan ini juga menjadi salah satu langkah Pemkot Bandung dalam menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

0 Komentar