HRTA Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak Hampir 200 Persen

HRTA Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak Hampir 200 Persen
HRTA Tancap Gas di Awal 2026, Pendapatan Melonjak Hampir 200 Persen
0 Komentar

JABAR EKSPRES — PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membuka tahun 2026 dengan performa bisnis yang impresif.

Emiten industri emas nasional tersebut berhasil mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih yang signifikan pada kuartal pertama tahun ini, seiring menguatnya harga emas global dan meningkatnya permintaan pasar.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp20,16 triliun pada kuartal-I 2026. Angka tersebut melonjak 196,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp6,78 triliun.

Baca Juga:Kebakaran Garasi di Cineam Hanguskan 4 Kendaraan, Diduga Akibat Audio Mobil KorsletMenkop Buka Kick-Off Program “Mba Maya 2026” Kolaborasi MES dengan PNM

Tak hanya itu, laba bersih perseroan juga tumbuh sangat kuat. HRTA mengantongi laba bersih sebesar Rp433,49 miliar atau meningkat 189,48 persen dibanding kuartal-I 2025 yang berada di level Rp149,75 miliar.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan emas murni yang mencapai 7,83 ton atau naik 75,18 persen secara tahunan.

Di saat yang sama, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) emas ikut terkerek hingga 71,01 persen menjadi Rp2.567.213 per gram.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan masih berasal dari segmen grosir yang menyumbang sekitar 90,60 persen dari total penjualan.

Segmen tersebut mencakup kerja sama dengan institusi keuangan bullion bank dan sejumlah perbankan syariah. Sementara itu, segmen ritel menyumbang 9,13 persen dan bisnis gadai sebesar 0,26 persen.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, mengatakan bahwa capaian awal tahun ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk terus memperkuat ekosistem bisnis emas yang terintegrasi.

“Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang sangat positif, didukung oleh pertumbuhan volume penjualan dan penguatan harga emas global. HRTA akan terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:Vandalisme Merajalela, Pemkab Bogor Tak Henti Cat Ulang dan Minta Kesadaran MasyarakatKDM Janji Tangani Irigasi Ciramajaya, Wabup Minta Masyarakat Tertibkan Sempadan dari Bangunan Liar

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, harga emas memang masih menjadi instrumen investasi yang banyak diburu. Sepanjang April 2026, pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor internasional maupun domestik, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak dunia, hingga ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Harga emas dunia selama April tercatat bergerak di kisaran USD4.717 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menembus level di atas USD4.800 per troy ounce pada awal tahun.

0 Komentar