Berantas Pinjol, Komisi III Dorong Bank BJB Perbanyak Program Sosial Pengungkit Ekonomi

Komisi III saat di Bank BJB Sumber. (Dok Humas)
Komisi III saat di Bank BJB Sumber. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komisi III DPRD Jawa Barat mendorong Bank BJB memperkuat peran sosial dalam mendukung perekonomian masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap pinjaman online (pinjol) maupun praktik bank emok.

Dorongan itu disampaikan saat Komisi III meninjau kinerja Bank BJB Cabang Sumber, Kamis (7/5/2026). Secara umum, kinerja kantor cabang tersebut dinilai positif, namun perhatian utama diarahkan pada penguatan program-program yang berpihak kepada masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, mengatakan Bank BJB perlu memperkuat program pembiayaan rakyat seperti Kredit Mesra maupun dukungan terhadap pelaku UMKM.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban

“Harapan kami yang perlu diperhatikan adalah program ke rakyatnya. Program seperti kredit mesra atau dukungan ke UMKM harapannya bisa diperkuat,” ujarnya.

Politikus PKS itu menegaskan, bank daerah atau BUMD tidak hanya dibentuk untuk mengejar keuntungan semata, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Karena itu, menurutnya, program yang menyentuh langsung kebutuhan warga perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki akses pembiayaan yang lebih sehat dan terjangkau.

“Bank BJB ini bisa menjadi alternatif pembiayaan yang lebih ramah kepada masyarakat. Artinya masyarakat makin bebas dari pinjol ataupun bank emok,” katanya.

Selain itu, Jajang menilai rasio BOPO atau Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional Bank BJB berhasil ditekan, yang menunjukkan efisiensi kinerja operasional perusahaan.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) disebut mengalami sedikit kenaikan, namun masih berada dalam batas aman.

Komisi III juga mengingatkan agar Bank BJB lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit komersial. Pasalnya, sektor tersebut dinilai menjadi salah satu penyumbang pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) akibat kredit macet yang cukup besar.

Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat

Sebelumnya, dalam tutup buku tahun 2025, Bank BJB menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

Sepanjang tahun 2025, Bank BJB juga mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid. Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp221,3 triliun dan menjadikan Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia.(Son)

0 Komentar