JABAR EKSPRES – Aktivitas pembakaran sampah di Kampung Cembul Pojok, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan publik setelah asap tebal dari lokasi tersebut viral di media sosial.
Warga mengeluhkan asap yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Keluhan itu mendorong pemerintah setempat bersama sejumlah instansi turun langsung melakukan inspeksi ke lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban
Pengelola TPS sekaligus tokoh warga, Bunyamin, menjelaskan lokasi tersebut menampung sampah rumah tangga dari beberapa wilayah di Desa Rancamanyar.
“Ini sampah khusus dari Desa Rancamanyar. Saya ambil dari RW 10, RW 9, RW 16, khususnya warga setempat,” ujar Bunyamin saat ditemui, Kamis (7/5/2026).
Ia mengakui pembakaran masih menjadi cara utama untuk mengurangi penumpukan sampah karena keterbatasan lahan dan fasilitas pengolahan.
“Dari saya menjabat dulu, hampir lima tahun. Memang prosesnya dibakar,” katanya.
Namun, Bunyamin membantah jika seluruh asap yang dikeluhkan warga hanya berasal dari TPS di Kampung Cembul Pojok. Menurutnya, terdapat beberapa titik pembakaran lain di sekitar kawasan tersebut, termasuk aktivitas pembakaran oleh pengepul barang bekas.
“Kalau terkait pembakaran sampah yang viral itu masalah asap, titik pembakaran bukan di sini saja. Ada Sukamukti dibakar, kadang tukang rongsokan di sebelah juga membakar. Asap itu tergantung arah angin,” jelasnya.
Ia menyebut terdapat lokasi pembuangan lain di RW 7, sehingga asap yang muncul pada malam hari belum tentu berasal dari satu titik lokasi.
Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat
“Kadang di sini sudah padam malam, tapi dari titik lain asapnya ke sini karena arah angin,” tambahnya.
Pasca viral di media sosial, sejumlah pihak mulai dari kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung melakukan sidak ke lokasi.
“Hari kemarin yang datang dari dansektor, kecamatan, kapolsek, pemerintah setempat, Pak Kades, sama DLH juga,” ujar Bunyamin.
Dari hasil sidak tersebut, disepakati langkah sementara berupa pengurangan pembakaran terbuka dengan cara memilah sampah, mengemas sampah ke dalam karung, lalu diangkut oleh DLH.
