BEM KM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Khawatir Anggaran Pendidikan Tergeser

BEM KM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Khawatir Anggaran Pendidikan Tergeser
Universitas IPB. Foto : Humas IPB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa IPB University menolak rencana pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.

Mahasiswa menilai kampus seharusnya lebih fokus pada kebutuhan akademik dan kesejahteraan mahasiswa dibanding memperluas proyek MBG di institusi pendidikan.

Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menegaskan penolakan itu muncul karena pembangunan dapur MBG dinilai berpotensi menggeser prioritas anggaran pendidikan.

Baca Juga:Jelang Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Bogor, Dedie Tinjau Persiapan Akhir Mahkota Binokasih Tiba di Bogor, Dedie: Simbol Filosofi Pemimpin di Jabar Harus Penuh Kasih 

“Kalau kami melihat secara ruang lingkup akademik, jelas kami menolak adanya pembangunan SPPG di instansi pendidikan,” ujar Abdan dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, kebutuhan mahasiswa di bidang akademik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan kampus.

Ia khawatir program MBG justru menyerap perhatian dan sumber daya yang seharusnya dialokasikan untuk pendidikan.

Abdan juga menilai pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah masih menyisakan berbagai persoalan teknis dan tata kelola.

Karena itu, pemerintah diminta melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memperluas pembangunan dapur MBG di kawasan pendidikan.

“Seharusnya BGN melakukan evaluasi besar-besaran, bukan justru memasifkan di ruang lingkup pendidikan,” katanya.

Di sisi lain, IPB University memastikan keterlibatan kampus dalam program MBG bukan untuk mengalihkan anggaran pendidikan, melainkan sebagai bagian dari kontribusi akademik dan riset nasional.

Baca Juga:Menkop Buka Kick-Off Program “Mba Maya 2026” Kolaborasi MES dengan PNMVandalisme Merajalela, Pemkab Bogor Tak Henti Cat Ulang dan Minta Kesadaran Masyarakat

Sementara itu, Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi, menjelaskan IPB berperan sebagai Center of Excellence (CoE) Pemenuhan Gizi Nasional bersama Bappenas, Badan Gizi Nasional (BGN), dan UNICEF.

“Program besar ini sedang berlari, tapi fondasinya masih perlu diperkuat. Di sinilah IPB University merasa terpanggil untuk memberikan kepedulian terhadap persoalan bangsa,” ujar Alfian.

IPB juga menegaskan pengelolaan dapur MBG dilakukan melalui PT BLST dan terpisah dari anggaran pendidikan kampus.

Kata dia, kampus memastikan program tersebut tidak akan mengganggu alokasi dana akademik maupun layanan mahasiswa.

0 Komentar