Pengelolaan Zakat di Ciamis Terbaik, Jadi Rujukan Nasional

Pengelolaan Zakat di Ciamis Terbaik, Jadi Rujukan Nasional
Pimpinan BAZNAS RI, Rizaluddin Kurniawan, saat berkunjung ke Ruang VIP Pendopo diterima langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, pada Rabu (6/5/2026). (Istimewa/Prokopim Ciamis)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan keuangan sosial keagamaan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia secara resmi memberikan pengakuan bahwa sistem pengelolaan zakat di Ciamis tergolong sangat baik dan layak menjadi model bagi daerah lain di seluruh Indonesia.

Pengakuan tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Rizaluddin Kurniawan, saat berkunjung ke Ruang VIP Pendopo Bupati Ciamis pada Rabu (6/5/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Rizaluddin hadir bersama timnya dan disambut langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, beserta jajaran pemerintah daerah.

Rizaluddin tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap kinerja BAZNAS Ciamis. Ia mengaku sering menjadikan Ciamis sebagai tempat belajar bagi daerah-daerah lain yang ingin memperbaiki tata kelola zakatnya.

Baca Juga:Pengumpulan Zakat di Kota Cimahi Menurun, Baznas Ungkap Ini Sebabnya!Zakat di Pusdai Bandung Mulai Dihimpun, Baru 20 Persen dari Target

Menurutnya, tidak banyak daerah yang mampu mencapai level efisiensi dan kepercayaan publik setinggi di Ciamis.

“BAZNAS Ciamis sering saya jadikan rujukan bagi daerah lain yang ingin belajar bagaimana mengelola zakat dengan baik,” ujar Rizaluddin di hadapan Bupati Herdiat.

Lebih jauh, Rizaluddin membeberkan dua penyebab utama kesuksesan tersebut. Faktor pertama adalah kepemimpinan atau leadership bupati. Kepala daerah dinilai mampu menciptakan kebijakan yang mendukung penguatan BAZNAS.

Faktor kedua adalah tingkat kesadaran masyarakat Ciamis yang dinilai sangat tinggi dalam membayar zakat, infak, dan sedekah.

“Di samping kesadaran masyarakat yang baik, ini juga tidak lepas dari leadership bupati,” tambah Rizaluddin.

Menanggapi pujian tersebut, Bupati Herdiat Sunarya justru mengembalikan apresiasi itu kepada warganya. Ia mengatakan bahwa masyarakat Ciamis masih memiliki kultur gotong royong yang kuat. Nilai kebersamaan itu berbeda dengan gaya hidup individualistis yang umum ditemui di kota-kota besar. Karena itulah, warga tidak perlu didorong keras untuk berzakat.

“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat untuk berzakat, bersedekah, maupun berinfak sangat tinggi. Ini menjadi potensi besar bagi pemerintah daerah,” ungkap Herdiat.

Baca Juga:Bupati Bogor Rudy Susmanto Salurkan Zakat di BAZNAS, Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan RamadanBacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Herdiat juga mengakui bahwa kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis tidak besar. Namun justru di situlah peran zakat menjadi sangat penting. Masyarakat yang aktif berzakat membantu pemerintah menutup berbagai kekurangan dalam program kesejahteraan sosial. Partisipasi masyarakat menjadi energi tambahan bagi pemkab.

0 Komentar