JABAR EKSPRES – Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan evakuasi, bimbingan teknis kebencanaan hingga penguatan koordinasi lintas sektor untuk penanganan lingkungan dan kebutuhan darurat warga.
Pada Kamis (13/8/2026), FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya menggelar simulasi evakuasi warga terdampak bencana di Desa Salawangi, Kecamatan Sariwangi.
Baca Juga:Kemenkeu Perkuat Pengawasan Anggaran Program MBG di DaerahTantan Sulthon Bukhawan Terpilih Pimpin PWI Jabar 2026–2031, Oland Sibarani Kembali Nahkodai Dewan Kehormatan
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 peserta itu tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kebencanaan, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat.
Ketua FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan peserta mendapatkan materi sekaligus praktik Penanganan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD), mulai dari teknik pembalutan luka, pembidaian hingga penanganan awal terhadap korban yang mengalami dugaan patah tulang atau fraktur.
“Intinya bagaimana masyarakat memiliki kemampuan dasar untuk melakukan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat, sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis,” kata Jembar.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan melalui Bimbingan Teknis Kesiapsiagaan Bencana di Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan aparatur desa dibekali pengetahuan dasar kebencanaan, PPGD serta teknik evakuasi.
Menurut Jembar, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana. Sebab, masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi sehingga kemampuan melakukan respons awal sangat dibutuhkan.
“Ketika bencana terjadi, masyarakat tidak selalu bisa langsung menunggu bantuan datang. Karena itu, kemampuan dasar untuk menyelamatkan diri, membantu korban dan melakukan evakuasi menjadi sangat penting,” ujarnya.
Baca Juga:Menteri UMKM Segera Tetapkan Diskon Biaya Layanan 50 Persen untuk Produk LokalOJK Dorong Pengembangan UMKM Lewat Pendekatan Sistemik dan Penguatan Pembiayaan
Di tengah kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, FK TAGANA juga memperkuat koordinasi untuk aksi pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikunten.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB, dengan lokasi di sekitar saluran irigasi Cikunten yang berdekatan dengan Gebu.
Dalam kegiatan tersebut, FK TAGANA akan mengerahkan 20 personel untuk bergabung dengan sejumlah instansi dan unsur terkait.
Pembersihan DAS dan saluran irigasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan sekaligus mengurangi potensi gangguan akibat sampah maupun material yang menghambat aliran air.
