“Dari beberapa NGO, kemarin ada dari Pantara. Mereka lebih ke pemerhati satwa, khususnya gajah. Mereka beberapa kali datang untuk pemantauan,” kata Rohman.
Namun demikian, bantuan konkret dari NGO masih minim. Hingga saat ini, kontribusi yang diberikan baru sebatas bantuan obat-obatan bagi satwa.
“Terakhir mereka membantu obat-obatan seperti infus dan vitamin, tapi masuknya melalui Pemerintah Kota Bandung, dari DKPP,” jelasnya.
Baca Juga:Pemkot Bandung Kebut Pembangunan Sekolah, Siapkan Rp125 Miliar untuk Tambah Rombel SMP di 2026Ribuan Hektar Sawah di Bandung Barat Rawan Kekeringan, Infrastruktur Air Jadi Biang Masalah
Rohman menegaskan bahwa hingga kini belum ada bantuan dalam bentuk satwa maupun dukungan besar lainnya dari pihak luar. Meski begitu, ia berharap ke depan akan ada lebih banyak pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan dan pengelolaan Bandung Zoo.
Dengan berbagai pembenahan yang tengah berjalan, Bandung Zoo diharapkan dapat kembali beroperasi dengan sistem pengelolaan yang lebih baik serta berorientasi pada kesejahteraan satwa dan keberlanjutan lingkungan.
