JABAR EKSPRES – Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung terus berbenah di tengah masa penutupan sementara. Salah satu fokus utama saat ini adalah perbaikan fasilitas kandang satwa, khususnya untuk macan tutul, yang progresnya telah mencapai tahap akhir.
Koordinator Pengelola Transisi Bandung Zoo, Rohman Suryaman, mengungkapkan bahwa perbaikan kandang macan tutul sudah mencapai sekitar 90 persen. Proyek tersebut sebelumnya mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah sekarang 90 persen kandang exhibitnya sudah bagus, sudah selesai perbaikannya. Tinggal beberapa kandang jepit yang masih kita lakukan perbaikan,” ujar Rohman, Senin (3/5).
Baca Juga:Pemkot Bandung Kebut Pembangunan Sekolah, Siapkan Rp125 Miliar untuk Tambah Rombel SMP di 2026Ribuan Hektar Sawah di Bandung Barat Rawan Kekeringan, Infrastruktur Air Jadi Biang Masalah
Ia menjelaskan, kandang tersebut dirancang cukup luas dan ideal untuk mendukung kebutuhan satwa. Dalam kondisi normal, kandang itu dapat menampung sepasang macan tutul.
“Sebetulnya bisa untuk sepasang macan tutul. Kalau misalkan jantan-jantan, mungkin bisa dua ekor,” tambahnya.
Selain perbaikan fasilitas, Bandung Zoo juga mulai menyiapkan program regenerasi satwa melalui breeding atau pengembangbiakan. Program ini difokuskan pada satwa yang sudah memiliki pasangan.
“Beberapa program breeding kita lakukan untuk yang sudah ada pasangan. Untuk yang belum, kita masih bertahan dengan kondisi satwa yang ada, yang penting satwanya sehat dan terurus,” jelas Rohman.
Saat ini, sejumlah satwa yang masuk dalam program breeding antara lain harimau Benggala, singa, dan tapir. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan populasi satwa di dalam kebun binatang.
Meski berbagai pembenahan terus dilakukan, Bandung Zoo hingga kini masih belum dibuka untuk umum. Pihak pengelola transisi berharap ke depan akan ada manajemen baru yang lebih berkomitmen terhadap kesejahteraan satwa dan karyawan.
“Saya berharap ada pengelola baru yang benar-benar care terhadap satwa. Mulai dari pakan, gaji karyawan, sampai enrichment untuk satwa,” ungkapnya.
Baca Juga:Bali Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global, Bukan Sekadar Destinasi WisataPasundan Muay Thai Championship 2026 Resmi Digelar, Petarung Cilik hingga Kelas Elit Beradu Nyali
Menurutnya, program enrichment atau pengayaan lingkungan sangat penting bagi satwa yang hidup di dalam kandang, guna menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.
Di sisi lain, keterlibatan organisasi non-pemerintah (NGO) juga mulai terlihat meski masih terbatas. Salah satu NGO yang sempat berkunjung adalah Pantara, yang disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan internasional dan fokus pada isu kesejahteraan satwa.
