“Dulu pernah juga, tahun 70-an lah waktu masih sama orang tua, tapi kecil. Ini yang paling parah,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian teras. Akses jalan di depan rumah warga pun terputus, sehingga warga tidak dapat masuk ke rumah maupun melintas.
Selain itu, jalan tersebut juga tidak bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
Baca Juga:Longsor di Paledang Bogor, Sejumlah Bangunan Terdampak hingga Akses Jalan TerputusEnam Titik Longsor Putus Akses Wisata Curug Malela
“Sekarang enggak bisa lewat sama sekali, mau ke rumah juga susah. Harapannya cepat diperbaiki karena ini akses satu-satunya,” tambah Rifan.
Warga pun berharap adanya langkah cepat dan penanganan serius dari pemerintah, mengingat kondisi jalan sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya enam bangunan terdampak, terdiri dari empat rumah warga, satu madrasah, serta satu rumah yang mengalami ambruk pada bagian dapur. Selain itu, sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) atau 32 jiwa turut terdampak.
Saat ini, penanganan darurat telah dilakukan di lokasi kejadian. Bagi warga yang terdampak dan tidak dapat mengakses rumahnya, pemerintah berencana memberikan bantuan hunian sementara (huntara) berupa rumah kontrakan sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut.
