Enam Titik Longsor Putus Akses Wisata Curug Malela

Longsor tutup akses wisata Curug Malela di Kecamatan Rongga, Bandung Barat. Dok warga
Longsor tutup akses wisata Curug Malela di Kecamatan Rongga, Bandung Barat. Dok warga
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Akses menuju wisata Curug Malela di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), lumpuh total setelah longsor menerjang kawasan tersebut, pada Senin (27/4/2026).

Pengelola Curug Malela, Leo Marwan, mengungkapkan longsor terjadi di sejumlah titik yang langsung memutus jalur utama menuju lokasi wisata.

“Sedikitnya ada enam titik longsor yang menutup akses, jadi untuk sementara tidak bisa dilalui pengunjung,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:438 Jemaah Calon Haji Asal Kabupaten Tasikmalaya DiberangkatkanGeger! Diduga Sakit Seorang Pria Ditemukan Tewas di Perumahan Kota Wisata Cileungsi

Selain menutup akses, material longsor juga merusak sejumlah fasilitas di kawasan wisata. Beberapa bangunan mengalami kerusakan cukup parah.

“Beberapa warung ambruk, lalu fasilitas toilet juga rusak karena tertimbun longsoran,” kata Leo.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, area yang terdampak dalam kondisi kosong.

“Tidak ada korban karena saat itu tidak ada aktivitas di lokasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya menjadi pemicu utama longsor. Kondisi tanah yang labil membuat tebing di sekitar jalur wisata tidak mampu menahan beban air.

“Hujan cukup deras sejak malam, jadi tanah tidak kuat menahan dan akhirnya longsor,” jelasnya.

Saat ini, proses penanganan masih dilakukan secara manual oleh pengelola bersama warga setempat. Keterbatasan akses membuat alat berat belum bisa masuk ke lokasi.

Baca Juga:Tawuran Terencana Picu Penyiraman Air Keras di Parung Panjang, Korban Bertambah Jadi Tiga OrangTiga Publik Figur Ungkap Fakta “Sehat Tak Selalu Terlihat”, ZAP Hadirkan Program Diet Berbasis Medis

“Penanganan masih seadanya karena alat berat belum bisa menjangkau area terdampak,” katanya.

Ketebalan material longsor menjadi kendala dalam proses pembersihan sehingga pembukaan akses diperkirakan membutuhkan waktu.

“Materialnya cukup tebal, jadi butuh waktu untuk membuka kembali jalur,” ungkapnya.

Untuk sementara, operasional wisata ditutup hingga kondisi dinyatakan aman.“Wisata kami tutup dulu sampai akses benar-benar aman dilalui,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar