JABAR EKSPRES – Dampak fenomena El Nino yang memicu musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Tasikmalaya semakin terasa. Krisis air bersih kini meluas ke sejumlah wilayah, memaksa pemerintah daerah terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya hingga 30 Juli 2026 menunjukkan, distribusi air bersih telah menjangkau 21 desa di 14 kecamatan. Sebanyak 5.925 kepala keluarga (KK) atau 27.021 jiwa telah menerima bantuan dengan total air yang disalurkan mencapai 237.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, saat dikonfirmasi Jumat (31/7/2026) mengatakan, peningkatan jumlah wilayah terdampak menjadi indikator bahwa kekeringan masih terus meluas seiring belum adanya hujan yang merata di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Fraksi Golkar Cianjur Siap Kawal dan Dukung Penuh Visi-Misi Pemkab Lewat Dua Perda AnyarPGN Edukasi UMKM Bojonegoro Gunakan Gas Bumi Aman, Dorong Efisiensi dan Daya Saing Usaha
“Permintaan bantuan air bersih masih terus berdatangan dari berbagai wilayah. Kami terus melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Roni.
Menurutnya, BPBD bersama pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Lonjakan jumlah penerima bantuan juga terlihat cukup signifikan. Jika sebelumnya distribusi air bersih menyasar sekitar 16.869 jiwa, kini jumlah warga yang menerima bantuan meningkat menjadi 27.021 jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan wilayah terdampak kekeringan terus bertambah.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mengantisipasi bertambahnya daerah yang mengalami krisis air bersih apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian air bersih selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti melalui pendistribusian bantuan. (Hendi)
