“Kalau Sarimukti bermasalah, Bandung lumpuh. Ini sudah pernah terjadi dan seharusnya jadi pelajaran. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan signifikan,” katanya.
Ia mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang ada, termasuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, memperluas fasilitas pengolahan di tingkat lokal, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program.
“Kalau hanya menambah armada angkut atau memperbesar kuota buang ke TPA, itu bukan solusi. Yang dibutuhkan adalah perubahan sistem, bukan sekadar tambal sulam,” pungkas Suwatno.
Baca Juga:Kemenkop dan Kemenimipas Teken MoU Guna Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat KoperasiSimulasi Pernikahan hingga Festival Kolaboratif, The Papandayan Wedding Experience 2026 Tampil Beda
Dengan kondisi saat ini, ketergantungan Kota Bandung terhadap TPA Sarimukti bukan hanya persoalan teknis, tetapi telah menjadi indikator lemahnya arah kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Dam)
