Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan salah satu prioritas pembangunan di Jawa Barat. Hal itu juga sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. “Itu termasuk biogas,” katanya, Sabtu (25/4).
Ia menguraikan, penggunaan energi fosil memang masih dominan di Jawa Barat. Tapi sejak 2021 telah menunjukkan ada peningkatan penggunaan EBT. Indikatornya dari 6,05 poin pada 2021 naik menjadi 6,88 poin pada 2022 dan 7,15 poin pada 2023. Jawa Barat sendiri terus mendorong terkait pengembangan EBT. Mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di atap-atap gedung pemerintah dan sekolah, lalu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). “Termasuk biogas skala kecil untuk komunitas pedesaan,” tuturnya.
Di sisi lain, data opendata.jabarprov mencatat bahwa pada 2024 sudah 508 instalasi biogas terpasang di Jawa Barat. Itu tersebar di kota/kabupaten. Di antaranya Kabupaten Bogor 11 unit, Kabupaten Bandung 71 unit, ataupun Kabupaten Bandung Barat 210 unit. (*)
