DLH Cimahi Pastikan Pemeliharaan Pohon Dilakukan Rutin usai Insiden Pohon Tumbang

DLH Cimahi Fokus Pangkas Pohon Penghalang PJU di Ruas Jalan Rawan Gelap 
DLH Cimahi saat Melakukan Pemangkasan Pohon yang Menghalangi PJU (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi bergerak cepat menangani peristiwa pohon tumbang di Jalan Encep Kartawiria, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Senin, 4 Mei 2026. Penanganan korban luka dan evakuasi batang pohon yang menutup akses jalan menjadi prioritas utama aparat gabungan di lokasi kejadian.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu melibatkan pohon trembesi setinggi sekitar 15 meter dengan diameter 50 sentimeter. Pohon tumbang tepat di depan SDN Citeureup Mandiri 3 dan menimpa sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 11 orang mengalami luka akibat tertimpa pohon. Sembilan korban di antaranya merupakan siswa sekolah dasar. Sebagian besar korban mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

Baca Juga:Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten BogorRibuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia

“Informasinya yang 8 anak itu sudah dipulangkan, luka ringan. 1 anak lagi masih di rumah sakit menunggu hasil rontgen,” kata Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, saat dikonfirmasi, Sabtu, 9 Mei 2026.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah proses penanganan korban dilakukan, petugas langsung mengevakuasi batang pohon yang sempat menutup badan jalan agar akses kendaraan kembali normal.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Menurut Agus, hasil asesmen menunjukkan bagian tengah pohon mengalami pembusukan meski kondisi akar dan bagian bawah batang masih tergolong kuat. Kondisi itu diduga menjadi penyebab utama pohon tumbang.

“Hasil assement tadi kalau ke bawahnya masih kuat, masih keras, cuma di tengah terjadi pembusukan. Akarnya juga masih kuat. Ditambah lagi katanya itu beberapa kali tertemper mobil truk box,” ujar Agus.

Peristiwa itu terjadi sebelum hujan turun di wilayah Citeureup dan sekitarnya. Dugaan sementara, benturan berulang dari kendaraan bertonase besar turut memperparah kondisi pohon hingga akhirnya roboh.

Agus mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi rutin melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan pohon-pohon milik pemerintah untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pohon yang dinilai rawan tumbang akan segera dipangkas atau ditebang.

0 Komentar