Tak Pusing LPG Naik, Peternak Bandung Ubah Kotoran Hewan Jadi Energi

LPG
Anci Gustiarsah saat mengolah Kohe jadi biogas. (GRAFIS DIOLAH GEMINI AI)
0 Komentar

Anci melanjutkan, cacing pengurai itu ternyata juga memiliki manfaat berkelanjutan. Cacing bisa menjadi pakan ternak. Makanya di Lembu Sari selain memelihara sapi juga banyak ternak lain yang dibudidayakan. Mulai dari ayam, bebek, entok (sejenis bebek), hingga ikan mas. “Ayam bebek bisa bertelor, bisa dijual juga. Jadi tak perlu beli lauk. Tinggal ambil,” katanya.

Bahkan, lanjut Anci, sebenarnya produksi cacing di Lembu Sari sempat dilirik. Yakni diperlukan untuk bahan baku kosmetik. “Sempat ada permintaan 50 kg per minggu, tapi kami masih repot secara tenaga. Belum lagi untuk pakan ternak,” cetusnya.

Menurut Anci, keberlangsungan usaha di Lembu Sari sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi demi makin menciptakan sirkulasi ketahanan pangan. Misalnya pupuk organik bisa dikembangkan ke pertanian aneka buah dan sayur. Namun pihaknya masih terbatas secara tenaga.

Baca Juga:Sinergi ALIDI di ARCH:ID 2026: Kolaborasi Lintas Disiplin Didukung JavacoDisrupsi Global Tak Terelakkan, DPR Dorong Lompatan Kebijakan Lintas Sektor yang Lebih Adaptif

Gubernur Dedi Mulyadi Dukung Energi Alternatif

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga merespons positif terkait keberadaan energi alternatif seperti pengolahan kotoran hewan menjadi biogas. Itu juga menjadi jawaban terkait kenaikan harga LPG yang saat ini terjadi. Menurutnya, banyak alternatif energi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dalam memasak sebagai pengganti ketergantungan terhadap LPG. Mulai dari kayu bakar hingga biogas. “Bisa mengolah kotoran sapi jadi energi gas,” katanya dalam kesempatan Senin (20/4).

Alternatif lain untuk masak adalah kayu bakar. Itu biasa dimanfaatkan warga di perkampungan yang masih memiliki tungku tradisional. Kalau di perkotaan, bisa memanfaatkan kompor listrik.

Potensi dan Pengembangan Biogas di Jabar

Jawa Barat merupakan provinsi dengan potensi ternak yang cukup tinggi. Itu menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biogas. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, setidaknya pada 2024 ada populasi 407.901 ekor sapi ternak di Jawa Barat. Itu terdiri dari sapi perah sebanyak 98.149 ekor dan sapi potong 309.752 ekor. Populasi sapi perah tiga terbanyak ada di Kabupaten Bandung Barat dengan 26.469 ekor. Disusul Kabupaten Bandung 25.449 ekor, lalu Kabupaten Garut 11.112 ekor.

Sedangkan populasi sapi potong terbanyak ada di Kabupaten Garut 30.689 ekor, disusul Kabupaten Kuningan 28.865 ekor, dan Kabupaten Sumedang 27.673 ekor. Besarnya populasi sapi itu tentu menjadi tantangan dalam hal produksi limbah kotoran sapi. Sehingga butuh pengembangan inovasi pengolahan limbah yang berdampak positif.

0 Komentar