JABAR EKSPRES – Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Tumpah di kawasan Monumen Perjuangan Kota Bandung nampaknya bakal ikut jadi sasaran penertiban. Namun saat ini masih dalam tahap edukasi.
Hal itu diungkapkan Sekda Jabar Herman Suryatman, Senin (27/4/2026). Beberapa hari ini, Pemprov berkolaborasi dengan Pemkot memang tengah sibuk membersihkan area Monumen Perjuangan. Itu buntut sidak yang sempat dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi.
“Penertiban Monumen Juang dari PKL dan bangunan liar sudah kami laksanakan dan kamu monitor terus, kami jaga terus, jangan sampai nanti ada bangunan liar baru lagi,” kata Herman.
Baca Juga:Warga Keluhkan Jalan Rusak di Bandung, Pemkot Prioritaskan Penertiban PKL Sebelum PerbaikanSatpol PP Tertibkan PKL Pasar Parung, Pedagang Diminta Pindah ke dalam Pasar
Ia melanjutkan, sebagaimana instruksi Gubernur, Kawasan Monumen Perjuangan harus dalam keadaan bersih dan rapi. “Ini juga untuk masyarakat. Masyarakat bisa bercengkrama di sana, bisa berolahraga di sana dan Monumen Perjuangan akan menjadi ruang terbuka hijau yang insyaallah menjadi kebanggaan warga Bandung dan warga Jawa Barat,” sambungnya.
Menurut Herman, apalagi di kawasan itu ada Monumen Perjuangan. “Di sana kan ada penanda perjuangan para leluhur yang didokumentasikan di Monumen Juang. Jadi kalau ke Monumen Juang harus memantik spirit juang,” tegasnya.
Makanya penertiban dilakukan secara masif. “Yang pertama, ya kemarin kami bongkar bangunan liar-bangunan liar yang ada di bahu jalan, bahkan di badan jalan bayangkan, badan jalannya bisa dibangun itu, semi permanen lagi. Ya sudah kami tertibkan, sudah kami bongkar ya di trotoar, di bahu jalan, di badan jalan dan jalan infeksi Monumen Juang sekarang sudah bersih. Bahkan sudah kami cat, sebagian ini lagi berjalan, pengecetan,” tuturnya.
Terkait pasar tumpah, nampaknya juga bakal jadi sasaran. “Ya pada Hari Minggu kan ada pasar tumpah di sana, ini kami sedang mengedukasi, ya nanti ke depan tentu di harapkan ada solusi terbaik bagaimana PKLnya bisa kami tertibkan, dan mereka diberikan solusi yang baik. Jadi sementara Senin sampai Sabtu itu sudah full ya, bebas PKL,” jelasnya.
Sementara soal kompensasi, menurut Herman, para PKL yang ditertibkan sudah lama memanfaatkan kawasan itu. Sehingga sudah banyak mendapatkan manfaat. Sehingga Pemprov membantu dalam hal transportasi saat penertiban.
