WTE Mulai Dijajaki, Bandung Kejar Target Olah 600 Ton Sampah per Hari

Bandung Kejar Target Olah 600 Ton Sampah per Hari, Tetapi WTE Baru Mulai Dijajaki? 
Seorang warga berjalan di samping tumpukan sampah di Jalan Ciwastra, Kota Bandung, Rabu (22/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat langkah penanganan persoalan sampah yang kian mendesak. Dalam tiga bulan ke depan, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pengolahan sebesar 300 ton sampah per hari di dalam kota.

Jika target ini tercapai, total kemampuan pengolahan sampah harian Bandung akan meningkat menjadi 600 ton.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui kondisi saat ini sudah mengarah pada situasi krisis yang tidak bisa dihindari. Ia menegaskan, persoalan sampah bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan persoalan nyata yang tengah dihadapi kota.

Baca Juga:Anggaran Fantastis Persampahan Bandung, Solusi atau Tambal Sulam?3 Pekan Tak Diangkut, Gunungan Sampah di Sejumlah Titik Hiasi Kabupaten Bandung 

“Sampah di Kota Bandung sekarang ini kita sedang menghadapi krisis yang pasti akan datang,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemkot telah menyiapkan 36 titik lahan milik pemerintah yang akan dialihfungsikan menjadi fasilitas pengolahan sampah.

Lahan-lahan tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk berbagai teknologi pengolahan, baik untuk sampah organik maupun non-organik, guna mengurangi ketergantungan pada pembuangan akhir.

Dari sisi volume, produksi sampah di Bandung saat ini tercatat mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Namun, angka tersebut dinilai belum mencerminkan kondisi sebenarnya.

Dalam situasi tertentu, jumlah sampah bisa melonjak hingga 1.800 ton per hari. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas pariwisata, penyelenggaraan event, hingga masuknya sampah ilegal dan kiriman dari aliran sungai.

Tak hanya mengandalkan pengolahan di dalam kota, Pemkot Bandung juga mulai membuka opsi kerja sama dengan pemerintah pusat. Salah satu yang tengah dijajaki adalah pembangunan fasilitas waste to energy (WTE) baru di wilayah Kabupaten Bandung.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sistem pengolahan sampah terpadu, sekaligus mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif.

Baca Juga:Lonjakan Sampah Pascalebaran di Bandung Capai 1.800 Ton per Hari, Pemkot Masih Cari SolusiSampah di Bandung Mulai Terurai, Pengangkutan ke TPA Sarimukti Kembali Berjalan

“Kami akan mencari kemungkinan untuk membangun satu titik lagi untuk WTE di daerah Kabupaten Bandung,” kata Farhan menegaskan.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Bandung dalam menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus menjawab tantangan urbanisasi dan pertumbuhan aktivitas kota yang terus meningkat.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot berharap penanganan sampah tidak lagi bersifat reaktif, melainkan bertransformasi menjadi sistem yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (dam)

0 Komentar