JABAR EKSPRES – Pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Jawa Barat masuki babak baru. Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) telah ditunjuk, targetnya pembangunan dimulai pada Juni nanti.
Babak baru itu salah satunya ditandai dengan perjanjian kerja sama yang dilakukan Selasa (21/4). Tepatnya di Kantor Kemenko Pangan Jakarta.
Setidaknya ada dua lokasi PSEL yang akan dibangun di Jawa Barat. Yakni untuk wilayah Bogor Raya dan Bekasi.
Baca Juga:400 Ormas Terdata di Kabupaten Bogor, Kesbangpol Utamakan Pembinaan dan Proses Hukum Terkait Dugaan PungliPolres Tasikmalaya Ungkap Bisnis Trenggiling yang Biasa Dijual Online
Untuk Bogor Raya, BUPP proyek PSEL itu adalah PT Weiming Nusantara Bogor New Energi. Sedangkan wilayah Bekasi adalah PT Wangneng Bekasi Environment Nusantara.
Dalam kesempatan itu juga ada penandatanganan perjanjian kerja sama serupa. Yakni untuk Pemprov Bali dengan PT Weiming Nusantara Bali New Energi.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menuturkan, setidaknya tiga lokasi PSEL awal ini jadi bukti keseriusan pemerintah dalam upaya transisi energi sekaligus memecahkan persoalan sampah. Konsepnya adalah memadukan teknologi guna mengurai sampah menjadi listrik.
“Nanti akan ada 12 lokasi lainnya pada tahun ini. Lalu Presiden juga minta agar pembangunan segera dimulai,” katanya.
Targetnya pada Juni 2026 pembangunan bisa dimulai. Sehingga nantinya bisa segera beroperasi dan mengurai sampah-sampah yang ada.
Zulkifli Hasan melanjutkan, hingga 2029 nanti akan ada 32 titik PSEL yang dibangun di beberapa wilayah Indonesia. Kemudian dari sisi kapasitas, minimal bisa tembus 100 ton per hari. “Bisa juga sampai 500 sampai 700 ton,” sambungnya.
Ia juga menekankan kepada kepala daerah terkait untuk aktif mengawal proyek itu. Tujuannya agar tidak ada penyimpangan dan selesai tepat waktu.
Baca Juga:Nestapa Banjir Cigudeg Memaksa Pedagang Cuanki Pulang KampungBanjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul Jebol
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulya menyambut semangat arahan tersebut. “Sampah selesai, listrik juga dinikmati masyarakat,” terangnya.(son)
