Nestapa Banjir Cigudeg Memaksa Pedagang Cuanki Pulang Kampung

Diterjang Banjir Bandang Cigudeg, Sejumlah Pedagang Cuanki Asal Garut Terpaksa Pulang Kampung
Diterjang Banjir Bandang Cigudeg, Kontrakan dan Gerobak Ludes, 10 Pedagang Cuangki Terpaksa Pulang ke Garut. FOTO: Dzihar/Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kabupaten Bogor kembali menunjukkan taring bencana yang mematikan bagi rakyat kecil. Banjir Cigudeg meluluhlantakkan harapan para penjaja kuliner jalanan yang mengadu nasib di Desa Rengasjajar.

Arus liar menghantam sepuluh kontrakan hingga rata dengan tanah tanpa menyisakan ruang bernapas. Penjual makanan khas Garut kini hanya bisa meratapi nasib di atas puing bangunan.

“Ada 10 gerobak termasuk kompor, gas sama semua peralatan rumah ludes pokonya. Yang berhasil diselamatin gerobaknya cuman 4,” tegas Angga dengan nada penuh kekecewaan.

Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul JebolKomisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk Pansus

Tanggul rapuh menjadi bukti nyata kegagalan pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warga.

Banjir Cigudeg meledak setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari hingga memicu jebolnya tanggul. Bangunan permanen tidak berdaya menghadapi terjangan air yang datang secara tiba-tiba tanpa peringatan.

Sejarah buruk kembali terulang di tanah Bogor akibat pengawasan infrastruktur yang sangat memprihatinkan.

“Hujan dari jam 3 sore setelah asar sampai pas magrib hujannya deras tapi tiba-tiba tanggulnya jebol,” ungkap Amalia selaku pemilik kontrakan yang hancur.

Sepuluh pintu kontrakan hilang tersapu air dan meninggalkan kerugian materi hingga belasan juta rupiah. Banjir Cigudeg menyisakan trauma mendalam bagi satu penghuni yang sempat terjebak di atap.

Pemerintah seolah menutup mata terhadap tumpukan batu dan tanah yang menutup akses utama warga. Janji manis pemulihan pascabencana ditunggu oleh mereka yang kini kehilangan segalanya dalam semalam.

“10 pintu kontrakan abis semua, sama kamar mandi kontrakan ludes kebawa hanyut air, sama gudang rumah,” pungkas Amalia dengan raut wajah yang sangat geram.

Baca Juga:Kang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Logika sederhana para korban hanya tertuju pada keberlangsungan hidup esok hari yang gelap. Banjir Cigudeg memaksa para perantau tangguh ini menyerah dan memilih pulang ke kampung halaman.

Kerugian sebesar Rp15 juta bukan angka kecil bagi mereka yang hanya mengandalkan pendapatan harian. Ketidakpastian bantuan membuat modal usaha yang dikumpulkan bertahun-tahun kini hanyalah kenangan pahit belaka.

“Kayanya kita besok pulang kampung ke Garut, mau nyari modal lagi buat dagang disini,” kata Angga sambil menatap sisa alat dagang yang hancur.

0 Komentar