JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI Angkatan Darat kembali mempercepat pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026.
Kali ini, fokus diarahkan pada pembukaan akses jalan sepanjang 5,2 kilometer di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Pembukaan kegiatan yang digelar Rabu (22/4) itu turut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta jajaran perangkat daerah.
Baca Juga:Gandeng Swasta, Bupati Rudy Susmanto Wujudkan PSEL Bogor RayaDorong Stabilitas dan Pembangunan Daerah, Bupati Bogor Perkuat Kolaborasi dengan Kopassus
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan juga ditandai dengan penanaman 1.000 pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Kami sangat terbantu oleh TNI, bukan hanya dalam membuka akses infrastruktur antardesa dan kecamatan, tetapi juga dalam penanganan dampak bencana alam,” ujar Jaro Ade.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Tegallega dan Banyuasih menjadi kelanjutan dari proyek sebelumnya di wilayah Rumpin hingga Cigudeg. Kini, manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat kini lebih mudah beraktivitas. Petani membawa hasil panen, anak-anak sekolah juga lebih mudah menjangkau akses pendidikan. Dulu jalan ini sangat sulit dilalui,” tuturnya.
Jaro Ade juga mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam program TMMD melalui semangat gotong royong.
“Warga jangan hanya menonton. Mari kita bersama-sama membantu, karena gotong royong bersama TNI adalah bagian dari ibadah,” tambahnya.
Baca Juga:Dorong Stabilitas dan Pembangunan Daerah, Bupati Bogor Perkuat Kolaborasi dengan KopassusKejar Pemulihan Pascabencana, Pemkab Bogor Siaga 24 Jam
Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto menyebutkan bahwa program TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Untuk sasaran fisik, TNI bersama pemerintah membangun jalan sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar 3 meter, lima unit rumah tidak layak huni (rutilahu), lima unit MCK, serta merehabilitasi mushola.
Selain itu, dilakukan penanaman pohon dan pengembangan lahan ketahanan pangan seluas satu hektare.
Di sisi lain, program nonfisik juga digencarkan melalui berbagai kegiatan sosial.
“Kami juga melaksanakan pengobatan gratis, donor darah, penyuluhan UMKM, edukasi Posyandu, hingga pengenalan alat kontrasepsi,” jelasnya.
