JABAR EKSPRES – Banjir yang merendam kawasan Rancabolang, Kelurahan Derwati, Kota Bandung, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Genangan air masih bertahan di sejumlah titik permukiman warga, meski berbagai upaya penanganan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung.
Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan masih mencapai sekitar 50 sentimeter hingga Kamis malam. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari mobilitas harian hingga kegiatan ekonomi.
Baca Juga:Jembatan Ambruk di Rumpin, Rumah Warga Ikut Roboh: Motor, Emas, dan Tabungan Rp50 Juta HanyutTekankan Ekonomi Kerakyatan, Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR
Sejumlah warga mengaku mulai kelelahan menghadapi banjir yang berlangsung berhari-hari. Dedi (45), salah satu warga terdampak, mengatakan air tak kunjung surut meski hujan sudah mulai berkurang.
“Airnya masih tinggi, belum ada tanda-tanda cepat surut. Kami jadi sulit beraktivitas, apalagi untuk bekerja dan anak-anak sekolah,” ujarnya, Jumat (17/4).
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya penanganan, termasuk dengan memompa air dari kawasan terdampak. Namun, proses tersebut menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan.
Ia menjelaskan, pemompaan belum bisa berjalan optimal karena air tidak dapat langsung dialirkan ke Sungai Cipamokolan. Jarak yang cukup jauh menjadi hambatan utama, ditambah keterbatasan infrastruktur seperti pompa dan jaringan pipa yang tersedia saat ini.
“Kamı sedang berusaha melakukan pemompaan, tetapi kendalanya pembuangan air tidak bisa langsung ke Sungai Cipamokolan karena jaraknya terlalu jauh,” ujarnya
Farhan juga mengungkapkan bahwa kondisi Sungai Cinambo yang belum sepenuhnya surut memperparah situasi. Sungai tersebut merupakan salah satu jalur utama aliran air dari wilayah terdampak banjir.
Menurutnya, ketika Sungai Citarum meluap, aliran di Sungai Cinambo ikut terdampak sehingga tidak mampu menampung limpasan air dari permukiman. Akibatnya, genangan di kawasan Rancabolang dan sekitarnya menjadi sulit untuk segera surut.
Baca Juga:Diduga Alami Gangguan Jiwa, Mahasiswa di Dramaga Bogor Bacok Bibinya Usai Salat SubuhBerawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Bogor
“Ketika aliran di sungai utama terganggu, otomatis pembuangan air dari kawasan permukiman juga terhambat. Sementara alternatif pembuangan ke Sungai Cipamokolan masih terkendala jarak serta keterbatasan sarana,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah masih menunggu kondisi debit air di Sungai Cinambo agar kembali normal sehingga proses pengaliran air dapat berjalan lebih lancar.
