Rachim mengatakan, akibat hal tersebut, RSHS Bandung meminta maaf kepada Nina Saleha atas kejadian yang menimpanya.
Sementara menindaklanjuti hal tersebut, Rachim menyebut bahwa RSHS Bandung telah melakukan klarifikasi. Sedangkan untukmu petugas yang telah terdistraksi, kini telah dinonaktifkan.
“Dalam kaitannya dengan petugas kami, kami telah menonaktifkan yang bersangkutan. Dan dalam memberikan pelayanan kesehatan kami juga telah melaporkan permasalahan ini kepada Kementerian Kesehatan dan institusi terkait lainnya dan kami sangat terbuka untuk arahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” imbuhnya.
Baca Juga:Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS, Polisi Pastikan Terus SelidikiPolisi Selidiki Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Sejumlah Saksi Diperiksa
Sebelumnya, seorang warga asal Cimahi bernama Nina Saleha mengaku bahwa bayinya nyaris hilang saat menjalani perawatan di RSHS Bandung.
Melalui akun media sosialnya, Nina menyampaikan curahan hatinya atau curhat bahwa bayinya nyaris hilang dibawa oleh orang tidak dikenal.
Ia menceritakan, bayinya sempat dirawat di ruang rawat anak rumah sakit itu karena sakit kuning. Perawatan sekitar 5 hari usai dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Namun saat hendak pulang, Nina dan suaminya meninggalkan ruangan sejenak untuk makan. Mereka menunggu berkas selesai sebelum membawa pulang bayinya.
Sekembalinya ke ruang perawatan, ia menjumpai bahwa bayinya sudah berada ditangan orang lain. “Kan saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” terangnya.
Nina kemudian menghampiri perempuan tersebut untuk memastikan identitas bayi. Ia mengenali wajah serta perlengkapan yang digunakan. “Itu anak saya. Tahu dari bajunya,” katanya.
Tapi memang gelang namanya sudah tidak ada. Nina kemudian memanggil perawat. Sayangnya sang perawat berdalih bahwa namanya sudah lama dipanggil tapi tak ada respon.
Baca Juga:Kisruh Bayi Nyaris Hilang di RSHS Belum Tuntas, Kuasa Hukum Korban Bantah Kesepakatan Damai!Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung: Sanksi Menanti Oknum Pegawai, RS Sampaikan Permohonan Maaf
Kondisi itupun membuat Nina trauma. Ia berharap kejadian serupa tak terulang kembali. Baik kepadanya ataupun orang lain. (San)
