JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons peristiwa yang menimpa warga di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. Pihaknya mengaku bakal mendalami perkara tersebut untuk mengambil sikap.
Selepas ramai diperbincangkan, Gubernur juga langsung mengutus timnya untuk mendatangi rumah warga tersebut bersama pihak RSUP Hasan Sadikin Bandung.
Ia berkomunikasi langsung dengan korban melalui panggilan seluler untuk mendalami peristiwa yang terjadi, termasuk menanyakan berbagai opsi sanksi yang bisa diterapkan terhadap oknum pegawai yang terlibat dalam perkara itu.
RS Hasan Sadikin Sampaikan Permohonan Maaf
Baca Juga:Buntut Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung, Komisi V Zaini Desak Investigasi SOPWarga Curhat di Medsos Nyaris Kehilangan Bayi di RSHS Bandung
Di sisi lain, pihak RSHS juga sempat menyampaikan permohonan maaf secara tertulis melalui akun media sosialnya.
“RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanannya peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha,” tulisnya, Kamis (9/4) malam.
RSHS akan melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa telah berkunjung dan berkomunikasi langsung dengan Nina Saleha. “Keluhan yang dimaksud telah diselesaikan secara kekeluargaan,” lanjutnya.
Sebelumnya, warga bernama Nina Saleha mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan saat mengakses layanan kesehatan di RSHS.
Nina mengaku nyaris kehilangan bayinya. Ia pun menceritakan pengalamannya itu di media sosial yang sontak menjadi menarik perhatian berbagai pihak.
Di sisi lain, pantauan Jabar Ekspres Jumat (10/4/2026) pagi. Layanan di gedung dan ruang NICU RSHS berjalan normal. Nampak keluarga pasien tengah menunggu persalinan ataupun perawatan. (Son)
