JABAR EKSPRES – Sejumlah ruas jalan di Saguling, Bandung Barat, mengalami kerusakan parah hingga berdampak pada mobilitas dan perekonomian warga.
Kerusakan terlihat di berbagai titik dengan kondisi jalan berlubang dan tidak rata, sehingga menyulitkan pengendara, terutama saat aktivitas padat.
Salah seorang warga, Andi (41), menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan maksimal. “Kalau hujan turun, jalan jadi licin dan lubangnya tidak terlihat. Itu sangat membahayakan pengendara,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga:Jalan Penghubung Ganjarsari–Cipada Bandung Barat Rusak ParahWarga Ngeluh Jalan Rusak di Ciwaruga Bandung Barat: Bahayakan Pengendara dan Bikin Macet!
Ia menambahkan, kerusakan jalan turut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, khususnya dalam distribusi barang dan jasa.
“Mobilitas terganggu, pengiriman barang jadi lebih lama dan biaya angkut juga meningkat. Ini jelas berpengaruh ke penghasilan kami,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas kembali normal dan perekonomian tidak terus terganggu.
“Harapan kami jalan ini segera diperbaiki supaya aktivitas lancar dan ekonomi warga bisa kembali pulih,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan perbaikan 34 ruas jalan kabupaten pada tahun anggaran 2026 dengan total anggaran sekitar Rp66,120 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bandung Barat, Aan Sopyan, menyebut program tersebut menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas infrastruktur daerah.
“Sebanyak 34 ruas jalan akan diperbaiki tahun ini dengan dukungan anggaran dari APBD,” ujarnya.
Baca Juga:Tanpa DAK, Pemkab Bandung Barat Alokasikan Rp102 Miliar untuk Perbaikan JalanWarga Pelosok Bandung Barat Keluhkan Jalan Rusak: Jalan Kaki Juga Sulit!
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian ulang terkait panjang jalan yang akan ditangani akibat adanya perubahan harga satuan.
“Perhitungan teknis sedang kami sesuaikan kembali, dalam waktu dekat akan ada kepastian,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, konstruksi beton akan menjadi metode dominan dengan porsi sekitar 60 hingga 70 persen, sementara sisanya menggunakan aspal hotmix.
Aan menambahkan, salah satu proyek terbesar berada di ruas Purabaya-Jati Saguling yang juga mencakup pembangunan Jembatan Rawabogo.
“Ruas tersebut menjadi salah satu prioritas karena ada pembangunan jembatan dengan anggaran cukup besar,” katanya.
Pekerjaan perbaikan jalan ditargetkan mulai berjalan paling lambat awal Mei 2026 dan rampung sebelum akhir tahun anggaran.
