JABAR EKSPRES – Warga mengeluhkan kondisi jalan rusak di Jalan Terusan Gegerkalong Hilir, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Lubang jalan yang cukup besar dan dalam kerap memicu kemacetan serta membahayakan pengendara, terutama saat hujan.
Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Bandung, Kota Cimahi, dan wilayah Kabupaten Bandung Barat. Meski dilalui arus lalu lintas padat setiap harinya, perbaikan jalan di kawasan tersebut dinilai warga jarang dilakukan.
Gunawan (55), warga Desa Ciwaruga, menuturkan bahwa lubang jalan yang tertutup genangan air saat hujan sering mengecoh pengendara. Ia bahkan pernah terjatuh karena tak menyadari adanya lubang besar di jalan yang dilaluinya.
Baca Juga:Psikolog: Anak Tanpa Sosok Ayah Berpotensi Alami Kendala Emosional dan SosialBULOG Bandung Apresiasi Kodim 0610 Sumedang atas Rekor Pengadaan Gabah dan Beras 2025
“Keluhannya ya jalan rusak. Kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan. Dikira jalan mulus, ternyata ada lubang besar,” ujar Gunawan saat ditemui di lokasi, Selasa (10/6/2025).
Ia menceritakan insiden yang dialaminya saat pulang dari Bandung bersama anaknya. “Pernah waktu hujan, pulang dari Bandung bareng anak. Kelihatannya normal, ternyata jeblos ke lubang besar. Saya sampai jatuh dari motor,” ucapnya.
Gunawan berharap pemerintah, baik di tingkat desa maupun kabupaten, segera melakukan perbaikan menyeluruh. Ia mengakui bahwa ada beberapa titik besar yang sempat diperbaiki, namun lubang-lubang kecil lainnya masih dibiarkan dan semakin membahayakan.
“Yang besar-besar sih pernah diperbaiki. Tapi yang kecil-kecil malah makin banyak. Intinya, ini bahaya banget buat pengendara,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Kirana (23), seorang mahasiswi yang tinggal di kos-kosan dekat kawasan Ciwaruga. Menurutnya, jalan rusak di pertigaan menuju Kota Bandung dan Desa Ciwaruga menjadi penyebab kemacetan, terutama pada jam sibuk.
“Di pertigaan itu jalannya rusak banget, makanya sering macet. Aku kos di sini, dan banyak teman yang juga ngeluh soal kondisi jalannya,” ujar Kirana.
Ia menambahkan, saat hujan, genangan air menutupi lubang sehingga sulit dikenali oleh pengendara. Minimnya penerangan jalan juga memperparah kondisi tersebut.
Baca Juga:Lagu Resmi Miss Bintang Indonesia “JUARA” Resmi Diluncurkan: Rayakan Semangat dan Kemenangan Perempuan dari Sabang sampai MeraukeBerbagi Berkah dan Kebahagiaan Idul Adha, PGN Group Bagikan 955 Hewan Kurban untuk Masyarakat
“Kalau hujan, lubangnya nggak kelihatan, dikira jalan biasa. Ditambah lampunya remang-remang, makin rawan kecelakaan,” keluhnya.
Kirana berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi jalan tersebut karena merupakan jalur strategis yang digunakan masyarakat setiap hari.
