Akses Kesehatan Bandung Sudah 85 Persen, Farhan Kejar Sisa 15 Persen Lewat Layanan Berbasis Wilayah

Ilustrasi: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menemui awak media. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menemui awak media. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Meski begitu, ia menyoroti munculnya kasus-kasus baru yang lebih kompleks, seperti dugaan pelecehan seksual oleh tenaga medis hingga kasus tertukarnya bayi.

“Ini kejadian luar biasa, ini adalah layanan-layanan yang memang atau kasus-kasus yang memang terjadi ketika layanan dasar sudah tidak jadi masalah,” bebernya.

Ke depan, Pemkot Bandung juga didorong untuk mengembangkan layanan kesehatan ke level yang lebih tinggi, termasuk sektor wisata kesehatan. Farhan bahkan membuka peluang bagi layanan estetika seperti perawatan kosmetik hingga transplantasi rambut agar masyarakat tidak perlu berobat ke luar kota atau luar negeri.

Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga 

“Udah di Bandung aja, tanam rambut mah bisalah, itu harus terjadi,” kata dia.

Ia menambahkan, Bandara Husein Sastranegara tetap dapat dimanfaatkan untuk akses layanan kesehatan, termasuk penerbangan ambulans ke berbagai daerah maupun luar negeri.

“Terbuka. Jadi apabila memang lembaga-lembaga layanan kesehatan masyarakat memberikan layanan untuk akses pesawat ke Jakarta, ke Penang, ke Singapura, langsung dari Bandara Husein dimungkinkan, asal ada pesawatnya,” tutupnya. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar