Wujud Kampus Berdampak: Job Fair UTama Target Serap Ribuan Tenaga Kerja

Job Fair UTama
BERBURU PEKERJAAN: Ribuan pengunjung saat memasuki arena Job Fair UTama 2026 yang berlangsung selama dua hari, 14-15 April 2026, di Gedung Serbaguna kampus yang berlokasi di Jalan Cikutra, Kota Bandung. (DOK/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Universitas Widyatama (UTama) Bandung terus berinovasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Salah satu wujud nyatanya adalah penyelenggaraan Job Fair Career UTama 2026 yang berlangsung selama dua hari, 14-15 April 2026, di Gedung Serbaguna kampus yang berlokasi di Jalan Cikutra, Kota Bandung.

Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dadang Suganda, menjelaskan bahwa job fair ini merupakan bagian penting dari implementasi konsep Kampus Berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terserap di pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru. “Kampus Berdampak menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi minimal harus bisa diserap tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja, serta memiliki daya saing dengan gaji di atas rata-rata,” ujar Prof. Dadang usai membuka job fair tersebut, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga:APTISI Jabar Perkuat Kolaborasi Demi PTS BerkualitasSorotan Kegiatan Eksklusif di Bali Saat Distribusi BBM Bermasalah

Prof. Dadang menambahkan, Universitas Widyatama memilih fokus pada kategori Academic University dari tiga kategori yang ditetapkan pemerintah (Academic University, Research University, dan Intervention University). Pendekatan ini menekankan pemberian kompetensi kuat kepada mahasiswa agar mereka memiliki bekal untuk hidup berkelanjutan, semangat entrepreneurship, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin lulusan Widyatama berdampak bagi masyarakat, antara lain melalui pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Kami juga terus membuka diri terhadap masukan dari mitra industri untuk terus memperbaiki kurikulum,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dadang menyampaikan apresiasi tinggi kepada puluhan mitra perusahaan yang berpartisipasi. Ia juga menyebutkan adanya program pelatihan lanjutan bagi lulusan, termasuk kerja sama pelatihan dengan lembaga di Jepang dan Jerman.

“Job fair ini menjadi sarana evaluasi sekaligus kolaborasi. Kami berharap mitra industri tidak hanya merekrut, tetapi juga memberikan masukan, bahkan menjadi praktisi mengajar. Bagi mahasiswa yang sedang kuliah (existing), kami harapkan mereka dapat menjadi mitra magang agar mendapatkan pengalaman best practice,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Karir Universitas Widyatama, Pipin Sukandi, mengungkapkan bahwa job fair tahun ini diikuti sekitar 40 perusahaan, baik multinasional, internasional, maupun nasional. Jumlah pengunjung yang mendaftar mencapai 1.500–2.000 orang, dan acara ini terbuka untuk umum serta gratis.

0 Komentar