BANDUNG – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Barat (Jabar), Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, menegaskan komitmen kuat organisasinya untuk membangun kebersamaan di antara 350 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di provinsi tersebut. Dengan tagline “Melangkah Bersama, Maju Bersama, Sukses Bersama”, APTISI Jabar mendorong PTS unggul untuk berbagi pengalaman dan keunggulan kepada PTS yang sedang berkembang, sehingga semua institusi dapat maju secara merata.
“Kebersamaan ini menjadi bagian penting yang harus kita perjuangkan bersama. Perguruan tinggi yang unggul harus membantu yang sedang tumbuh agar keunggulan tersebut dapat ditularkan dan semua PTS mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Prof Eddy dalam acara Halal Bihalal bersama APTISI Jabar, LLDIKTI Wilayah IV, ABPPTSI Jabar, APPERTI Jabar di Auditorium Smart Building UNIKOM, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, target menjadikan Jabar sebagai nomor satu di tingkat nasional dalam pendidikan tinggi swasta memang bukan pekerjaan ringan. Namun, pihaknya optimistis dapat mewujudkannya melalui peningkatan akreditasi secara merata, dengan harapan rata-rata PTS mencapai peringkat baik sekali hingga unggul.
Baca Juga:Sorotan Kegiatan Eksklusif di Bali Saat Distribusi BBM BermasalahEmpat Legislator DPRD Bandung Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB
“Kita harus bersinergi, tidak bisa dilakukan oleh satu perguruan tinggi saja. Semua harus bahu-membahu, termasuk dengan mitra pemerintah dan swasta lainnya, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jabar khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Tujuannya jelas, meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi,” tambahnya.
Prof Eddy juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pembatasan jumlah mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Saat ini, isu tersebut sedang dibahas dalam rapat di Komisi X DPR RI, yang dihadiri Ketua Umum APTISI Pusat beserta pimpinan lainnya. “Kita berjuang agar PTN lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas. Dengan demikian, PTN dan PTS dapat saling melengkapi dalam membangun bangsa Indonesia ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Jawa Barat, Dr Ricky Agusiady menambahkan, bahwa silaturahmi dan pertemuan antar-pimpinan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara badan penyelenggara (yayasan) dan badan pengelola (rektorat). “Kami menawarkan empat pilar utama. Pertama, tata kelola yang baik pada badan penyelenggara dan pengelola. Kedua, penjaminan mutu agar akreditasi berada di atas standar minimal, bahkan mencapai unggul. Ketiga, peningkatan kualitas riset yang tidak hanya baik secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan negara, melalui kesamaan visi antara yayasan dan universitas,” jelas Dr Ricky.
