Warga Cijagra Terisolasi, Perahu Jadi Andalan di Tengah Banjir Bojongsoang

Warga Cijagra Terisolasi, Perahu Jadi Andalan di Tengah Banjir Bojongsoang
Warga Cijagra Terisolasi, Perahu Jadi Andalan di Tengah Banjir Bojongsoang. Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Banjir yang masih merendam Kampung Cijagra RT 01 RW 10, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (15/4/2026), membuat aktivitas warga lumpuh.

Akses utama menuju permukiman terputus total akibat genangan setinggi 80 hingga 120 sentimeter, sehingga perahu menjadi satu-satunya moda transportasi.

Sejak pagi, warga terlihat mengantre di titik penjemputan perahu untuk bisa masuk ke dalam kampung.

Baca Juga:13 Kecamatan Diterjang Banjir dan Puting Beliung, Bupati Bandung Turun Tangan Siapkan Rp3 MiliarGerak Cepat! KDS Turun Langsung ke  Lokasi Banjir dan Permukiman Terdampak Angin Kencang di Kabupaten Bandung 

Salah seorang warga, Ahmad (52), mengatakan keterbatasan armada membuat waktu tunggu semakin panjang.

“Perahunya cuma sedikit, sedangkan warga yang mau masuk banyak. Jadi harus sabar antre, kalau tidak ya terpaksa jalan kaki menerjang air,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi banjir setinggi lebih dari satu meter, tidak ada alternatif lain selain menggunakan perahu, karena jalan desa sudah tidak bisa dilalui.

“Airnya udah tinggi jadi gak ada cara lain selain naik perahu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, mengungkapkan genangan mulai masuk ke permukiman sejak pukul 10.00 WIB dan kini merendam ratusan rumah di sedikitnya delapan RW. Ia menyebut wilayah RW 09, 10, 11, dan 17 menjadi area dengan dampak terluas.

Menurut Kankan, dampak terparah terjadi di RT 07 RW 03, di mana satu rumah roboh dan memaksa satu keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Petugas gabungan masih terus melakukan pemantauan dan evakuasi warga di titik-titik rawan,” katanya.

Baca Juga:Banjir Dayeuhkolot Belum Surut, Warga Nekat Terobos Genangan Demi BeraktivitasTanggul Jebol Picu Banjir di Margahayu, Bupati Bandung Dorong Penanganan Pentahelix

Ia menjelaskan bahwa prioritas saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak serta membantu pengamanan barang berharga milik warga. Selain itu, pendataan kerugian juga terus dilakukan di lapangan.

“Kebutuhan mendesak saat ini berupa makanan siap saji, selimut, tikar, terpal, hingga alat kebersihan, terutama untuk warga yang mengungsi,” kata Kankan.

Sementara itu, meski Jalan Raya Terusan Bojongsoang ikut terdampak, ketinggian air di jalur tersebut relatif rendah, sekitar 10 sentimeter, sehingga masih bisa dilalui kendaraan.

0 Komentar